Mo Salah Menambah Fans Muslim Untuk Liverpool?

722
Mo Salah - Foto Twitter

BENANKMERAH.CO – Mesut Oezil, Mousa Dembele, Riyad Mahrez, Paul Pogba, dan Mohamed Salah merupakan nama-nama pemain klub Liga Primer yang memeluk agama Islam.

Keyakinan mereka dapat dilihat pada perilaku di lapangan dengan mengangkat kedua tangan ketika berdoa sebelum laga dimulai atau bersujud setelah mencetak gol.

Bagi Mohamed Salah, sikap ini juga berlaku. Namun, karena performanya bersama Liverpool musim ini terbilang luar biasa dengan mengoleksi 43 gol, para pendukung klub tersebut menjadikan agama yang dianut pemain Mesir tersebut sebagai bahan sanjungan.

Sejumlah Liverpudlians, julukan terhadap pendukung Liverpool, membuat yel-yel yang mengadaptasi lagu Good enough karya band Dodgy dari tahun 1996.

“Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku.”

“Jika dia menciptakan gol-gol baru, aku pun akan menjadi Muslim.”

“Duduk di mesjid, di situlah kuingin berada.”

Yel-yel itu menjadi viral beberapa waktu lalu, setelah videonya diunggah ke Twitter yang menunjukkan sekerumunan pendukung Liverpool menyanyikan yel-yel itu.

Sif Bodi, seorang Muslim dan penggemar Liverpool, mengapresiasi nyanyian tersebut.

Menurutnya, pesan yang terkandung dari yel-yel itu berdampak positif bagi Liverpool—yang merupakan kota tempat tinggal William Quilliam, warga Inggris pertama yang menjadi mualaf pada 1887 dan yang membuka masjid serta pusat Islam pertama di Inggris.

“Lagu Mo Salah menunjukkan betapa warga Liverpool merupakan warga yang toleran dan terbuka. Ditilik dari sejarahnya, Liverpool punya reputasi sebagai kota yang menyambut pendatang dan tempat salah satu masjid pertama di Inggris,” ujar Bodi kepada BBC.

Sebagai seorang penggemar yang rutin menyaksikan penampilan anak-anak asuhan manajer Jurgen Klopp di Stadion Anfield, Bodi melihat bahwa jumlah umat Muslim yang mendukung Liverpool bertambah berkat penampilan Mo Salah.

“Kesuksesan Salah menyebabkan peningkatan basis penggemar Liverpool di Inggris dan di dunia Muslim. Saya gembira mendengar seorang penggemar Manchester United yang berusia 10 tahun menjadi pendukung Liverpool karena lagu tersebut. Itu bagus,” katanya.

 

Reporter: Dery Nugros