Heboh! Pesta Pernikahan Pakai Orgen Tunggal Dalam Mesjid di Padang

5227

PADANG – Sebuah video mengejutkan muncul di sosial media menunjukkan sebuah ruangan Masjid di Padang Sumatera Barat dijadikan tempat resepsi pernikahan.

Warga pun beramai-ramai di media sosial mengecam kejadian itu, kemarahan mereka semakin memuncak melihat pesta pernikahan yang diadakan di Aula Lantai II Masjid Agung Nurul Iman Padang itu juga diiringi dengan musik orgen tunggal.

Dalam tayangan video, terdengar suara orang yang marah dan berusaha mencari pengurus Mesjid untuk memverifikasi kejadian itu.

“Mesjid dijadikan tempat pesta pernikahan, pesta keramaian,” ujar siperakam video dengan nada kesal.

“Mesjid dijadikan tempat pesta, nggak bisa ini (dibiarkan), izin keramaian (polisi) pun juga tak ada” ujarnya lagi.

Berikut Videonya

Melansir hariansinggalang.co.id, pengurus Masjid Nurul Iman Mulyadi Muslim mengaku ditipu oleh pemilik resepsi, sebab kata dia, izin yang diminta hanya ‘ijab kabu’l tanpa ada pesta apalagi diiringi dengan musik orgen tunggal.

“Surat permohonan ke masjid hanya untuk meminjam lantai 2 untuk akad nikah. Tidak untuk musik berlebihan,” katanya kepada Singgalang, Senin (29/10/2018).

Mulyadi mengaku langsung menghentikan orgen tunggal tersebut, meski musiknya bernuansa Islami.

“Kejadian hari Ahad yang baralek (pesta) membawa tim nasyid dengan peralatan keybord. lagu-lagunya bernuansa religi,” kata dia.

Dia menjelaskan, bahwa selama ini lantai 2 masjid dijadikan aula, bukan tempat sholat. Kegiatan dilantai 2 sangat beragam mulai dari seminar, rapat, pelatihan, wisuda, lomba dan juga baralek. Kegiatan ini sudah berlangsung lama.

“Aturan pemakaian tempat dibuat oleh masjid diantaranya bernuansa islami, tidak mengganggu kegiatan ibadah di lantai bawah lingkungan masjid/masyarakat sekitar,” katanya.

Mulyadi pun minta maaf atas nama pengurus masjid dengan kejadian yang meresahkan ini.

Ia pun berjanji kedepannya akan ditinjau ulang penggunaan lantai dua. Pengurus juga telah memberi teguran pada yang punya pesta.

Kejadian seperti ini adalah hal langka dan sangat tabu di Ranah Minang yang kental dengan agama dan adat istiadatnya.

Sumatera Barat dengan ibu kotanya Padang merupakan rumah bagi etnis Minangkabau, dengan jumlah penduduk 4.800.000 lebih yang mayoritas memeluk agama Islam. 

Minangkabau juga terkenal dengan adatnya yang kuat dari zaman dahulu hingga sekarang dengan semboyan adat “Adaik Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah”.

Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan.

Berbeda dengan kebanyakan budaya yang berkembang di dunia, budaya Minangkabau menganut sistem matrilineal baik dalam hal pernikahan, persukuan, warisan, dan sebagainya.

 

Heni Anggraini