Tiga Orang Gangguan Jiwa di Batam Masuk Daftar Pemilu, Dua Orang Dalam Kondisi Jiwa Parah

383
Tempat penampungan orang gangguan jiwa di Nongsa Batam

BATAM – Sedikitnya tiga orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ  di kota Batam masuk daftar pemilih pemilu serentak pada 17 April mendatang. Hal ini dibenarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Batam.

“Ya benar (ada 3 ODGJ yang masuk di Daftar Pemilih Tetap di Batam),” kata Sudarmaji, anggota KPU Batam, saat dihubungi, Senin (15/4/2019).

Menurut Sudarmaji, tiga ODGJ ini mencoblos di TPS Nongsa atau tepatnya disekitar penampungan ODGJ Nongsa Batam.

Untuk diketahui, kota Batam tidak memiliki Rumah Sakit jiwa, hanya memiliki tempat penampungan ODGJ yang berlokasi di Yayasan Pondok Pesantren Al- Fateh, jalan Raya Mata Ikan Nongsa.

Setidaknya 60 ODGJ yang dirawat oleh yayasan ini, terbagi 3 ruang. Ruang bawah dengan kerangkeng kategori ODGJ parah sekitar 44 orang, sementara 16 orang lainnya ada di ruang tengah kategori gangguan jiwa sedang atau tahap hampir sembuh dan ruang atas kategori sembuh.

Ustaz Zaky salah satu pengurus yayasan kepada benankmerah.co mengatakan, memang benar ada 3 orang pasiennya yang masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Batam, namun 2 orang tidak layak sebagai pemilih karena dalam kondisi gangguan jiwa parah.

“Hanya satu orang pasien kami bernama Iyan yang layak jadi pemilih, karena sudah normal (sembuh),” kata ustaz Zaky.

Pasien gangguan jiwa bernama Iyan yang dinyatakan sudah sembuh oleh pihak yayasan dan terdaftar di DPT Batam

Sementara, dua orang dalam kondisi kejiwaan parah berjenis kelamin wanita, bernama Amoy dan Ana.

Ustaz Zaky pun mengajak benankmerah.co melihat kondisi Amoy dan Ana di ruang bawah, di sana tampak Ana berada dalam kamar yang berkerangkeng tanpa mengenakan baju (bugil) dan bicara ngawur. Sementara Amoy kondisinya tak jauh beda dengan Ana.

Pasien gangguan jiwa parah bernama Ana (dilingkar merah) yang terdaftar di DPT Batam
Amoy salah satu paisen ganguan jiwa parah yang terdaftar di DPT Batam

Menurut ustaz Zaky, masuknya Amoy dan Ana di DPT Batam karena KPU Batam tidak berkoordinasi dengan pihak yayasan.

“Dari kelurahan minta data pasien disini, ya kami kasih, setelah itu datang saja surat bahwa 3 pasien kami masuk di DPT,” kata ustaz Zaky

 

Rajo Sinawa