Sengkarut Surat Hak Milik di Batam, BPN Belum Bisa Berkomentar

496

BENANKMERAH.CO, BATAM – Sertifikat kepemilikan penuh tanah atau Surat Hak Milik (SHM) di Batam mencuat kepermukaan dan menjadi perbincangan hangat di media sosial baru-baru ini.

Ketua LSM Garda Indonesia (GI) yang menjadi salah satu tokoh yang menyoroti permasalahan itu mengatakan, bahwa ada sekitar 15.000 ribu rumah yang telah memiliki SHM di Batam.

Seperti di komplek Jodoh Park Batam, kata Aldi rata-rata disana telah memiliki SHM.

Pun dari penelusuran benankmerah.co, memang ditemukan beberapa rumah di Jodoh Park telah memiliki SHM. Hal itu diketahui dari pengakuan pemilik rumah itu sendiri.

Menurut Aldi Braga, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam telah melakukan kesalalahan karena tidak memperhatikan PP 40/1996 tentang Hak Pengolahan Lahan (HPL), meskipun BPN menerbitkan SHM dari rekomendasi Otorita Batam Perka 734/1998.

“Kota Batam hanya berlaku HGB (Hak Guna Bangunan), Menurut mantan Kepala BPN Batam pun demikian, diatas HPL tidak boleh ada SHM,” ujar Aldi saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, jika SHM ini tidak segera dirubah kembali ke HGB, dikhawatirkan tanah di Batam akan banyak dikuasai oleh warga negara asing.

“Siapa yang harus bertanggung jawab dengan sengkarut ini,” imbuh dia.

Sementara, Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama, mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait SHM. 

“Maaf saya belum bisa berkomentar, karena belum melihat dokumen-dokumen (SHM) tersebut,” katanya saat dihubungi, Jumat (31/1/2020).

 

Rajo Sinawa