Sangat Marah! Polisi Saudi Buru Pelaku Pemasang Bendera Hitam di Rumah Habib Rizieq

4156

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Kepolisian Arab Saudi saat ini tengah memburu pelaku yang memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di kediaman Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Hal ini disampaikan oleh habib Rizieq lewat sebuah video di saluran Youtube Front TV, Jumat (9/11/2018) malam.

Dalam video itu Rizeq menjelaskan bahwa tidak benar ia ditangkap atau ditahan oleh polisi Saudi.

Kepolisian, kata Rizieq, hanya melakukan pemeriksaan biasa terhadap dirinya sesuai prosedur hukum berlaku di negara itu terhadap adanya dugaan pelanggaran pemasangan poster di rumah pribadi.

Setelah kepolisian melakukan prosedur pemeriksaan dengan memberikan 3 pertanyaan, kasus Rizieq pun selesai dan kepolisian menyatakan pentolan FPI itu sebagai korban.

Hari berikutnya Rizieq kembali dipanggil kepolisian, namun bukan untuk pemeriksaan lanjutan tetapi meminta Rizieq melaporkan insiden pemasangan poster di rumahnya.

“Karena ada yang membuat mereka (polisi) tersinggung, dimana ada seseorang yang meletakkan poster di tembok rumah saya, kemudian memfotonya, kemudian mereka (pelaku) diduga bersembunyi disalah salah satu gedung disekitar tempat tinggal kami’

“Kemudian saat saya berdialog dengan pihak kepolisian mereka mengambil gambar dengan kamera jarak jauh dan sangat fokus sekali. Kemudian foto tersebut disebarkan di Indonesia, disiarkan diberbagi televisi’

“Ini membuat kepolisian sangat marah, mereka tersinggung dan meraka kecewa. Karena menurut mereka apa yang mereka lakukan terhadap saya hanya rutinitas biasa, ada poster dipasang didekat rumah kemudian dipanggil pemilik rumah,” tutur Rizieq.

Karena poster apapun, lanjutnya, tidak boleh dipasang di kediaman pribadi. Bahkan pun jika kedapatan memasang bendera merah putih dirumah tinggal maka telah melanggar hukum di Arab Saudi.

Rizieq pun setuju membuat laporan ke polisi, dan akhirnya polisi Saudi saat ini tengah memburu pelaku pemasang poster maupun yang menyebarkan foto.

Pelaku tersebut dituntut UU ITE dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dengan denda 2 juta real atau Rp 8 miliar.

Bahkan juga bisa dikenakan UU Spionase jika pelaku terbukti melakukan kegiatan Intelijen asing di Arab Saudi. Maka pelaku terancam hukuman pancung.

“Jadi ini tidak main-main. Karena itu saya setuju dan sepakat kita kejar mereka,” jelas Rizieq.

Rizieq mengaku sudah membuat daftar nama orang-orang diduga pelaku yang tengah berada di Arab Saudi dan masih dalam pertimbangan sebelum diberikan ke pihak kepolisian Saudi

Lihat video lengkapnya disini

 

Nyta Cece