Terlalu Kontroversial, Kader PSI Dinilai Tak Cocok Jadi Menteri Jokowi-Ma’ruf

1294
Antara Foto

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidak cocok mengisi kursi menteri kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. PSI dinilai terlalu kontroversial meski diisi anak muda.
 
“Presiden Joko Widodo tidak suka kehebohan. Pasti pilih menteri yang cool dan lebih banyak kerja,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno seperti dilansir dari Medcom.id, Rabu (10/7/2019).

Adi menilai partai lain memiliki kader senior dan muda yang lebih aman dipilih sebagai menteri, ketimbang kader PSI.

Ia mencontohkan penolakan poligami yang ditegaskan Ketua Umum PSI Grace Natalie. Sikap itu mendapatkan tanggapan keras elite politik dan masyarakat.
 
PSI juga pernah berseteru dengan PDI Perjuangan. PSI dengan tegas menolak Perda Syariah yang dinilai diskriminatif.

PSI menuding partai politik berlabel nasional seperti PDI Perjuangan justru mendukung perda tersebut. Perseteruan itu terjadi selama masa kampanye Pemilu Serentak 2019.
 
Pengamat politik itu menilai kontroversi tersebut tak cocok untuk pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Seorang menteri harusnya fokus bekerja.
 
Namun, tak menutup kemungkinan Jokowi bakal memilih kader PSI. Presiden terpilih dinilai memahami kebutuhan pemerintah periode berikutnya.
 
“Yang jelas, Jokowi akan mempertimbangkan secara matang soal komposisi menterinya nanti terutama untuk menjaga stabilitas biar tak terjadi kegaduhan,” tandasnya.