Said Aqil: Mahfud Kader NU yang Kurang Militan

307
Mahfud MD (Foto: Detikcom)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Menanggapi sosok mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang santer bakal mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019,  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai Mahfud sebagai kader NU yang kurang militan.

“Iya, Pak Mahfud (kader PBNU) kultural,” ujarnya kepada wartawan di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Said mengatakan cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019 harus kader PBNU yang militan. Keputusan tersebut telah bulat.

“Kalau untuk mendapatkan kepercayaan ya harus yang militan dong. Harus yang betul-betul. Karena itu kita tawarkan Pak Jokowi kader yang militan,” katanya.

Menanggapi kabar bahwa Mahfud bukan kader NU. Said menegaskan bahwa Mahfud tidak pernah aktif dalam organisasi Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU).

“Begini, tidak pernah aktif menjadi ketua IPNU, PMII, Ansor, nggak pernah itu. Atau pernah menyuarakan nama NU, itu nggak pernah kan,” tuturnya.

Sementara itu, dikutip dari NU Online, Kamis (9/8), nama Mahfud MD masuk dalam kepengurusan PP ISNU masa khidmat 2012-2017. Di kepengurusan, Mahfud didaulat menjadi Ketua Dewan Kehormatan.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Kehormatan adalah Arief Mudatsir Mandan dan anggotanya adalah Sinta Nuriyah Wahid dan Ali Maschan Musa.

Pembentukan kepengurusan dilakukan Kamis 1 Maret 2012 dalam rapat di ruang kerja Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan dihadiri Ketua Umum PP ISNU terpilih hasil kongres di Lamongan, Ali Masykur Musa, dan formatur bentukan.

Rapat dipimpin oleh Said Aqil dan Sekjen PBNU Marsudi Syuhud. Saat itu, Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh dan Said Aqil ditempatkan sebagai pelindung kepengurusan PP ISNU. Sementara Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali ditempatkan sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Sedangkan Marzuki Ali yang saat itu masih menjabat sebagai ketua DPR didaulat menjadi ketua Dewan Ahli.

 

Editor: Heni Anggarini