Rizal Ramli: Pemerintah Otoriter Doyan Melakukan Kekerasan Untuk Menakuti Rakyat

9127

JAKARTA – Rizal Ramli menyatakan sebuah pemerintahan yang otoriter sangat gemar melakukan kekerasan untuk menghancurkan legitimasi gerakan damai.

Mantan Menko itu menilai kekerasan sengaja dilakukan sebagai upaya untuk bisa menangkap oposisi dan menakuti rakyat agar tidak ikut gerakan damai.

“Pemerintah otoriter doyan gunakan “kekerasan” untuk menghancurkan legitimacy gerakan damai (non-violence), utk tangkap oposisi & takuti rakyat agar tidak ikut gerakan damai”

“Itu terjadi di Malari 1974. Hariman dkk hanya demo damai, Ali Murtopo perintahkan cepak2 utk bakar Senen,” kata Rizal dalm sebuah posting di Twitternya, @RamliRizal, Sabtu (6/7/2019).

Rizal lalu mengisahkan peristiwa pada 2008, saat ia memimpin 40.000 orang demo anti kenaikan BBM dan meminta untuk menyikat Mafia migas.

“Demo berjalan damai. Seminggu kemudian, 5 mobil pemerintah dibakar di Atmajaya. RR dituduh sbg otak dibelakang itu. Hoax & ngawur. Hanya cari2 alasan utk tangkap RR,” katanya.

Padahal kata Rizal yang memberi perintah pembakaran di depan Atmajaya itu adalah ketua lembaga counter-intelligence.

Sementara media-media waktu itu tampil sebagai corong pemerintah dan memberitakan kasus tersebut hanya sesuai versi lembaga counter-intellegence, tanpa ada konfirmasi pada Rizal.

“Media mainstream hanya jadi sekedar megaphone yang berkuasa,” katanya

“Jika dilakukan penyidikan objektif, besar kemungkinan jika kerusuhan 21 Juni 2019 jam 10 malam, yg dipicu oleh preman2 bertato nyaris setengah badan (tato mahasiswa hanya 2-3 simbolik), bagian dari operasi otoriter yg sejenis. Untuk merusak image gerakan damai sbg ‘perusuh” dst,” ujar Rizal

 

Heni Anggraini