Partai Demokrat Putuskan Tidak Berkoalisi Dengan Prabowo, Andi Arif: Jenderal Kardus Belum Berubah

1820
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (Foto: Detikcom)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Partai Demokrat melalui Wasekjennya Andi Arief menyatakan tidak berkoalisi dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Menurut Andi, penyebabnya karena Prabowo telah mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018.

“Jendral Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu” ujar Andi dalam keterangannya, Jumat (10/8/2018).

“Bagi pak Prabowo pengkhianatan itu hal biasa, bagi Partai Demokrat itu hal Prinsip,” Andi Menambahkan.

Lebih lanjut, Andi mengatakan besok pagi 10 Agustus 2018 sebelum pukul 09.00 Wib, Majelis Tinggi Partai Demokrat akan bersidang menetapkan kemana Demokrat berkoalisi.

“Pada pukul 09.00 Pimpinan partai Demokrat akan bergabung dengan partai koalisi lainnya mendaftarkan Capres dan Cawapres di KPU,” Imbuhnya.

Menurutnya, Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Partai Demokrat sebulan lalu.

“Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yg tak perlu kami jelaskan,” pungkas Andi

Sebelumnya, Andi mengatakan Partai Demokrat menolak pencalonan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Sikap tersebut diambil pasca-pertemuan antara Demokrat dengan Prabowo-Sandi di kediaman SBY Kamis malam.

Penolakan tersebut diputuskan karena Demokrat menganggap Partai Gerindra melanggar kode etik koalisi.

Partai Demokrat masih belum menerima alasan Prabowo menolak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan wakilnya.

“Sikap Partai Demokrat sampai pukul 22.30 Kamis malam adalah menolak pencawapresan Sandi Uno. Karena melanggar etik koalisi berasal dari Partai Gerindra dan Capres Prabowo. Kita juga belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY karena PAN dan PKS menolak,” ujar Andi.

 

Reporter: Heni Anggraini

Komentar Anda