Fadli Zon Nilai Pidato Jokowi ‘Game of Thrones‘ Menyiratkan Kecemasan Akut

1133

JAKARTA – Wakil ketua DPR RI Fadli Zon mengomentari pidato Presiden Joko Widodo yang menganalogikan kondisi ekonomi dengan Game of Thrones‘ di hadapan para hadirin dan undangan acara tahunan International Monetary Fund (IMF-WB), 

Fadli menilai pidato Jokowi pada Jumat (12/10) kemarin tak punya substansi penting bagi Indonesia di hadapan IMF. Bahkan pidato tersebut kata Fadli menyiratkan kecemasan akut.

“Sangat disayangkan di forum tersebut, sikap mental yang dipertontonkan Presiden justru mental inferior yang mengemis belas kasihan negara besar,” ujar Fadli lewat akun twiternya, Sabtu (13/10).

“Di sisi lain, pidato tersbut justru menunjukkan pemerintah Indonesia sedang tak percaya diri dengan arah kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi,” fadli menambahkan.

Fadli mengklaim, bahwa pihaknya telah mengingatkan pemerintah sejak rupiah menembus angka 14.000 per dollar AS, agar menghentikan drama “rupiah baik-baik saja.

“Kebobrokan ekonomi jangan ditutup-tutupi. Sekarang, ketika rupiah semakin terdepresiasi, dan tak dapat ditutup-tutupi lagi, pemerintah justru mengeluhkannya kepada IMF. Ironis!,” tutur dia.

Lebih lanjut, menurut Fadli, seharusnya kritik terhadap IMF yang pernah disampaikan Presiden Jokowi pada 2015 lalu, dalam momen peringatan Konferensi Asia-Afrika, dapat disampaikan langsung dalam forum tersebut.

Dimana Jokowi waktu itu menyinggung isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta kritikan Indonesia atas dominasi negara-negara besar dalam arsitek keuangan global.

“Jika itu yang kemarin disampaikan, pidato Presiden patut kita apresiasi,” jelasnya.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, Jokowi sebenarnya juga dapat memanfaatkan forum tersebut untuk mendorong agenda reformasi peran IMF dan WB yanbg semakin tidak relevan di era baru ini.

“Juga mendorong agar emerging markets diberikan porsi yang lebih luas dan strategis dalam organisasi IMF dan WB,” tukas Fadli.

 

Heni Anggraini