Fadli Zon Minta Maaf Pakai Bahasa Rusia Soal Pernyataan ‘Propaganda Rusia’ Jokowi

3074

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta maaf kepada Kedutaan Besar Rusia soal pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut “propaganda Rusia” dalam kampanyenya pekan lalu. Lewat Twitter, Fadli minta maaf menggunakan bahasa Rusia.

“Уважаемому Послу Российской Федерации Приносим Вам свои искренние извинения в связи с неуместным и некорректным высказыванием нашего президента о т. н. “пропаганде по-русски” Благодарим за понимание Посольство С глубоким уважением,” tulis Fadli diakun twitternya, @fadlizon, Kamis (7/2/2019).

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang artinya: ” Kami Mohon maaf kepada Duta Besar Rusia sehubungan dengan pernyataan yang tidak tepat dan salah dari Presiden kami tentang “propaganda Rusia” Terima kasih pada Kedutaan @ atas pemahamannya, salam hormat.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra itu juga meminta maaf terkait istilah Propaganda Rusia dan menyebut Jokowi grasa-grusu.

“Mhn maaf atas pernyataan presiden @jokowi yg grasa grusu,” tulis Fadli lewat akun Twitter-nya, Selasa  (5/2/2019).

Rusia sebelumnya lewat kedutaan besarnya di Indonesia buka suara setelah isu propaganda hoax ala Rusia ramai dibicarakan.

Rusia menegaskan tidak ikut campur urusan pemilu di Indonesia. Kedubes Rusia juga berkomentar soal istilah ‘propaganda Rusia’. Rusia menegaskan ‘propaganda Rusia’ adalah rekayasa dan tidak berdasarkan realitas.

Isu soal propaganda Rusia sendiri disampaikan Jokowi saat menghadiri kegiatan deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2).

Jokowi mengatakan dunia perpolitikan di Indonesia dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoax. Menurutnya, situasi ini tercipta karena ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia.

“Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual,” kata Jokowi.

Soal istilah ini, Jokowi menegaskan dirinya tak berbicara dalam konteks Rusia sebagai negara. Istilah propaganda Rusia yang diucapnya hanya terminologi dari artikel yang dia baca di Rand Corporation. Dalam tulisan itu, kata dia, propaganda dilakukan dengan cara menyebarkan kebohongan dan pesimisme.

“Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Rand Corporation,” kata Jokowi kepada Detikcom di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

 

Editor: Rajo