Andi Arief Sebut Aneh Jika Partai Politik Tidak Main Dua Kaki

354

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, kembali angkat bicara soal wacana Partai Demokrat bermain dua kaki di Pemilu 2019.

Menurut Andi, aneh jika sebuah partai politik tidak bermain dua kaki saat ini. Sebab di pemilu 2019, ada dua yang meloloskannya yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. 

Dia mengatakan bahwa dalam pemilu 2019 calon legislatif adalah senjata dalam pileg. Sementara dalam pilpres, pengurus pusat parpol adalah tombaknya.

“Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Keterangan Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres. Justru yang utama satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan,” tulisnya melalui akun Twitter @AndiArief pada Selasa ( 11/9/2018). 

“Ujung tombak pileg adalah Caleg, Ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat,” lanjutnya. 

Wacana Demokrat bermain dua kaki di Pemilu 2019 muncul setelah beberapa kader di daerah terang-terangan ketentuan untuk mendukung capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Setidaknya ada empat kader Partai Demokrat yang memutuskan mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Dukungan pertama disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi yang menjabat sebagai wakil ketua dewan pertimbangan.
 
Lalu, dukungan disusul kader lain seperti Gubernur Papua Lukas Enembe yang menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.