Perusahaan Pengekspor Arang Bakau Di Batam Palsukan Alamat Kantor

1566
Rumah yang dipalsukan pengusaha AH sebagai kantor perusahaan

BATAM – PT. Anugerah Makmur Persada (AMP) salah satu perusahaan pengekspor arang bakau di Batam milik pengusaha berinisial AH telah melakukan pelanggaran terkait izin domisili usaha atau pemalsuan lokasi kantor.

Menurut data dari BP Batam dan Bea Cukai Batam, PT. AMP ini beralamat di Komplek Anggrek Permai Blok D No.9 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja Batam.

Jika merujuk izin domisili usaha dari pemko Batam, kantor PT.AMP memang berlokasi dialamat tersebut sejak 2015. 

Namun, saat benankmerah.co datang kelokasi ditemukan tempat itu bukan kantor  PT. AMP lagi tapi sudah milik orang lain.

Pemilik rumah bernama Rustam mengaku rumah itu sudah ia beli dari pemilik lama sejak 2017 lalu.

“Ini rumah saya, bukan kantor (arang bakau), ini rumah saya beli dari pemilik lama bernama Mulyadi sejak 2017 lalu,” kata Rustam, sambil memperlihatkan dokumen resmi jual beli rumah kepada benankmerah.co, Jumat (25/1/2018).

Rustam mengaku tidak nyaman dan terganggu, lantaran karena akan banyak pihak yang datang menemuinya.

Rustam pun mangancam akan melaporkan pengusaha AH ke polisi jika perkara ini tidak segera diselesaikan.

Terkait pelanggaran ini, BP Batam menyebut akan mengambil sikap tegas bahkan bisa mencabut izin perusahaan tersebut.

“Jika memang ada pengaduan pelanggaran, kita akan mencek kelapangan untuk ditindak lanjuti,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Kombes Pol Budi Santoso, saat ditemui diruang kerjanya kantor BP Batam, Jumat (25/1).

Terkait lokasi kantor, Budi mengaku BP Batam mengacu pada Nomor Induk Berusaha (NIB) yang didapatkan pengusaha dengan metode/sistem Online Single Submission (OSS).

Dalam NIB itu memang tercantum alamat  Komplek Anggrek Permai Blok D No.9 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja Batam sebagai kantor PT. AMP.

“Nah, kalaupun memalsukan alamat yang bukan rumah dia (pengusaha AH), ya berarti kesalahan dia yang suatu saat dia harus bertanggungjawab terhadap pemalsuan ini, sementara rumah sudah dia jual mulai tahun 2017 lalu,” kata Budi.

Sementara itu, Bea Cukai Batam saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa menindaklanjuti pelanggaran ini jika tidak ada pengaduan secara tertulis dari masyarakat.

“Informasi tertulis ini penting sebagai penanggungjawaban sumber informasi. BC tidak juga tidak boleh gegabah mengambil tindakan,” ujar Zulfikar Kasi Pelayanan Informasi BC Batam via WhassApp.