Unjuk Rasa Perpat Batam, Bawaslu Janji Usut Tuntas Dugaan Politik Uang Oknum Caleg

1167

BATAM – Hampir seribuan massa dari organisasi Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) kota Batam melakukan protes di depan kantor Bawaslu kota Batam, Jumat (3/5/2019).

Dari atas sebuah mobil kap terbuka, salah satu orasi menyuarakan, bahwa tujuan kedatangan Perpat mendesak Bawaslu untuk mengusut tuntas dugaan politik uang yang dilakukan oleh salah satu oknum caleg Gerindra.

“Kami menuntut Bawaslu Batam untuk menindak tegas dugaan Politik Uang yang dilakukan oleh oknum caleg, bukti pelanggarannya sudah jelas seperti video yang viral di media sosial,” kata orator itu.

Selain itu, Perpat juga meminta Bawaslu  mengusut tuntas oknum caleg atas dugaan mobilisasi massa di KKPS yang bukan tempat massa itu mencoblos.

Perpat juga menghimbau Bawaslu untuk mengambil sikap tegas dan jangan takut terhadap intimidasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Dia menegaskan agar Bawaslu bersikap adil dalam menindak pelanggaran pemilu oleh oknum caleg tanpa memandang bendera partai caleg tersebut.

“Bawaslu jangan takut, kami Perpat siap pasang badan. Tapi jika Bawaslu tidak mendengarkan permintaan ini, kami akan kerahkan massa lebih banyak lagi” katanya

Unjuk rasa ini tampak dikawal ketat oleh puluhan personil  polisi dari Polresta Barelang.

“Bapak- bapak polisi jangan takut, kami tak akan rusuh, (Batam) ini adalah kampung kami. Kami datang hanya meminta keadilan,” katanya

Sekitar satu jam kemudian, Bawaslu akhirnya bersedia menemui kerumunan massa dan meminta 7 perwakilan Perpat untuk melakukan perundingan tertutup dalam sebuah ruangan di kantor Bawaslu.

Terdapat 2 hasil (kesimpulan) dari perundingan tersebut, pertama Bawaslu mengatakan bahwa laporan terkait politik uang yang dilakukan oleh oknum caleg Gerindra sudah dalam proses tindak lanjut.

Kedua, untuk dugaan mobilisasi massa ke KKPS oleh oknum caleg Hanura masih dalam proses temuan, tapi Bawaslu berjanji akan mengusut tuntas temuan itu.

Demonstrasi berakhir damai tanpa kerusuhan, massa pun dengan tertib membubarkan diri dan mereka melanjutkan ke Kejaksaan Negeri Batam tanpa pengerahan massa, Perpat hanya mengirim beberapa orang perwakilan.

 

Rajo Sinawa