MUI Sesalkan Beasiswa Mahasiswi IPB Disetop Karena Mualaf

1396
Arnita Rodelina Turnip (Foto: Facebook)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Arnita Rodelina Turnip, seorang mahasiswi di Insitut Pertanian Bogor (IPB) harus bersedih hati. Pasalnya, beasiswa yang selama ini ia terima harus berhenti ditengah jalan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara, menghentikan program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) kepada Arnita diduga lantaran Arnita telah menjadi mualaf (pindah agama).

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amirsyah Tambunan menyesalkan atas kejadian tersebut.

Menurutnya, berdasarkan isi pasal 29 ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara berhak memilih agama yang diyakininya tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

“Pertama menyesalkan hal itu terjadi, karena beragama merupakan hak asasi yg dilindungi konstitusi Pasal 29 bahwa negara menjamin kebebasan beragama,” ujar Amirsyah saat dihubungi, Selasa (31/7).

Atas hal itu, lanjut Amirsyah, keputusan Arnita berpindah agama pun dinilai patut disyukuri lantaran dirinya telah memilih agama yang sesuai dengan kesadarannya tanpa paksaan.

“Beliau sadar pindah agama dari Nasrani ke Islam, patut disyukuri karena telah memilih agama yang sesuai dengan kedasarannya tanpa paksaan,” katanya.

Menurut Amirsyah, ini kali pertama kasus pendidikan yang terhambat karena alasan agama yang pernah ia dengar. Hal tersebut dinilai tak patut terjadi, mengingat Indonesia merupakan negara yang religius berlandaskan sila pertama Pancasila.

“Belum ada (kasus seperti ini sebelumnya), karena itu mengejutkan kita bangsa yang religius berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sila pertama Pancasila,” katanya.

Amirsyah mengimbau kepada Dinas Pendidikan Simalungun dan Pemkab setempat untuk tidak menghentikan beasiswa untuk Arnita, apalagi dia termasuk mahasiswi berprestasi.

“Pemkab kita desak agar hak beasiswanya (Arnita) dikembalikan,” ucapnya mengakhiri pembicaraan.

 

Reporter: Rizkia Sasi