Lebih Baik Tidak Sekolah Dibanding Buat SKTM Palsu

192
Ilustrasi SKTM- Istimewa

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat Indonesia yang berpura-pura miskin demi diterima di sekolah yang diinginkan.

Karena calon siswa pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) otomatis disebut-sebut akan diterima di zona masing-masing dengan mendapatkan prioritas.

Melihat itu, Indra menilai lebih baik anak tidak disekolahkan daripada harus berpura-pura miskin demi mendapatkan SKTM.

“Harusnya anak tidak perlu disekolahkan saja, karena tujuan disekolahkan untuk bisa lebih cerdas dan punya karakter yang baik, sedangkan untuk masuk ke sekolah tersebut dilakukan hal-hal yang tidak terpuji. Itu suatu hal yang sangat ironis,” paparnya saat diwawancara, Rabu (11/7).

Meski ia memahami niat orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, namun memanipulasi SKTM demi masuk sekolah yang diminati termasuk kedalam tindakan kriminal.

“Awalnya orang tua ini ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tapi untuk menyekolahkan saja mereka membuat suatu tindakan penipuan (SKTM), itu kan tindakan kriminal,” tegas Indra.

Menurut Indra, tak ada perbedaan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Keduanya tentu akan memberikan pelayanan yang sama. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada orang tua untuk tidak memanipulasi SKTM.

“Sekolah negeri itu bukan lagi tentang sekolah favorit atau non favorit, swasta dan negeri karena anggarannya sama, maka pelayanan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya juga harus sama. Nggak boleh berbeda,” paparnya.

Indra pun menilai, sekolah tak semestinya bingung dalam mengantisipasi kebohongan yang dilakukan calon peserta didiknya. Karena kata dia, pembuat SKTM memiliki satu perintah dengan Dinas Pendidikan.

“Sederhana aja, SKTM itukan yang membuatnya kepala daerah, itu juga kan satu komando dengan Dinas Pendidikan seharusnya tak usah bingung harus ada verifikasi segala,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Rizkia Sasi

Komentar Anda