Coreng Wajah Pendidikan Batam, Sekolah Globe National Plus Resmi PHK Karyawan Tanpa Pesangon

6423
Sekolah Globe National Plus - Foto Syahril/BENANKMERAH.CO

BENANKMERAH.CO, BATAM – Sekolah Globe National Plus (GNP) resmi memecat karyawan tetapnya bernama Jep Hendri Sijabat (52) dan tanpa mengikuti aturan Disnaker, terhitung tanggal 11 September 2017.

Hal ini tentu saja mencoreng wajah pendidikan di Batam, karena secara tidak langsung telah mengajarkan kepada siswa sekolah maupun masyarakat begitu mudahnya melabrak aturan.

Pemecatan itu berdasarkan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Nomor: 001/SPH/PHK/X/2017, yang dikeluarkan melalui PT GICI Sukses Bersama, ditandatangani Jong King Soei Al Muhammad Raihan selaku Direktur.

Menurut Istri Jep Hendri, Evi Wati Damanik, surat PHK tersebut diterimanya pada Selasa (17/10/2017) lalu.

Dia mengungkapkan kekecewaan atas perlakuan semena-mena pihak sekolah swasta yang tergolong elit di Batam ini.

“Isi surat itu disebutkan kalau suami saya ‘mangkir selama kerja’, padahal semua di sekolah itu tau dan sudah pernah dijelaskan kalau suami saya sedang menderita Stroke sejak Juni kemarin, dan kepala sekolah yang lama pun tahu,” kata Evi, kepada benankmerah.co, di Batam Centre, Kamis (19/10/2017).

Baca Juga:
Status ‘Jep’ di Gantung Oleh Sekolah Globe National Plus , di PHK Atau Masih Karyawan

Melihat isi surat itu memang tertulis bahwa Jep Hendri di PHK dan diberi Rp5.865.000 sebagai uang penghargaan dari Globe National Plus.

Namun, yang tercantum di surat itu, jelas melanggar ketentuan Disnaker kerena tidak menjelaskan hak pesangon.

Evi mengatakan, melalui supir sekolah Globe National Plus Jep Hendri diminta untuk menandatangai surat PHK tanda menyetujui pemecatan tanpa pesangon. Namun pihak keluarga Jep Hendri menolak surat tersebut.

“Kami tak terima surat itu, dikembalikan saja ke mereka lagi karna tak sesuai hak yang kami terima. Suami saya tak masalah kalau sekolah tak memperkerjakan lagi, tapi hak pesangon suami saya tolong dikeluarkan, jangan semena-mena dia itu sudah lima setengah tahun sudah bekerja di sana,” katanya.

Menanggapi hal itu, Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Wilayah Batam, Jalfriman menegaskan, jika pekerja di PHK, pemberi kerja (Sekolah Globe National Plus) wajib mengeluarkan hak pesangon, hak uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebesar 15%.

“Sedangkan, kalau pekerja mengundurkan diri, pekerja hanya dapat uang masa penghargaan kerja saja,” jelas Jalfriman via seluler.

Lebih lanjut dijelaskannya, karena hal tersebut sudah melanggar aturan Disnaker, maka pihaknya menyarankan si pekerja untuk segera melaporkan sekolah Globe National Plus atas perselisihan yang terjadi.

“Pekerja dalam keadaan sakit tidak bisa di PHK,” tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan UU No.13 Tahun 2003 Pasal 172 tentang Ketenagakerjaan disebutkan, bahwa jika pekerja sakit berkepanjangan atau karena kecelakan kerja (setelah 12 bulan) maka kompensasi pesangon yang didapat pekerja sebesar 2 kali UP (Uang Pesangon), 2 kali UPMK (Uang penghargaan masa kerja) dan 1 UPH (uang penggantian hak).

Maka sesuai dengan ketetapan Undang-Undang Ketenagakerjaan, seharusnya pemberi kerja dalam hal ini Globe National Plus wajib membayarkan Jep Hendri yang di PHK berupa uang pesangon sebesar Rp43.095.000, berdasarkan perhitungan dari Disnaker Batam.


Sahril