PA 212 Siap Bela Dubes Saudi Terkait Protes PBNU

104
Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif (Foto: Kumparan)

BENANKMERAH.CO – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, pihaknya siap membela Duta Besar Arab Saudi Syaikh Osama Al-Syuaibiy menyusul sikap PBNU yang mengusirnya karena dianggap mencampuri politik Indonesia.

Slamet mengaku setuju dengan pernyataan Dubes Saudi yang mengatakan bahwa membakar bendera tauhid merupakan penyimpangan dalam agama.

“Urusan kalimat tauhid itu bukan hanya urusan dalam negeri, tapi menjadi urusan umat Islam se-dunia, sehingga bukan Dubes Saudi yang harus diusir, tapi kelompok pembakar kalimat Tauhid yang harus diusir,” tegasnya kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ia menambahkan pelaku pembakaran bendera tauhid harus diusir bukan hanya dari Tanah Air, melainkan juga dari muka bumi ini karena dinilai membangkang kepada sang pencipta, Allah SWT.

“Allah pencipta dunia dan penguasa dunia yang memiliki kalimat tauhid. Kami membela dubes Saudi,” tandasnya.

Sebelumnya Dubes Osamah melalui akun Twitternya menyatakan aksi 212 pada Minggu (2/12) terjadi lantaran dipicu pembakaran bendera Tauhid oleh organisasi yang sesat.

“Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu,” begitu sepenggal isi cuitan Osamah lewat akun @Os_alshuibi. Namun, saat ini cuitan tersebut sudah tak ada lagi.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras pernyataan Dubes Saudi itu.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj memandang Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

Hal ini, menurutnya, jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia.

“Atas dasar ini kami menyampaikan protes keras,” kata Said di Kantor PBNU, Jakarta, Senin, (3/12).