Oknum BP Batam Diduga Beking Pemotongan Bukit Belakang SPBU Batu Besar

66

BENANKMERAH.CO, BATAM – Aktivitas pemotongan bukit yang berlokasi di Batu Besar kecamatan Nongsa, belakang SPBU dan tak jauh dari Mapolda Kepri diduga tak mengantongi izin resmi yang diduga dikoordinir oleh seorang oknum BP Batam

Menurut sumber terpercaya. Lahan diperkirakan 15 hektar itu di miliki oleh perusahaan PT. Pinang Jaya, yang berkantor di komplek Dermaga Sukajadi.

Pantauan dilokasi, kegiatan pemotongan bukit dilakukan sejak siang sampai malam hari, dengan modus pelaku tanah dilansir menggunakan mobil lori dibawa ke tangkahan tempat penyucian pasir di jual seharga Rp230 ribu perlori (diantar kelokasi pencucian) dan jika ambil kelokasi seharga Rp 140 ribu perlori.

Kabid Lingkungan Hidup Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Barelang, Zulkani, yang juga memantau lokasi mengatakan, kegiatan ini ada pelanggaran serius termasuk kategori pertambangan bahan metrial pasir
UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kalau memang tak ada izin dipastikan perusahaan tersebut diduga merusak lingkungan hidup dan diindikasi melakukan pengelapan terhadap pendapatan negara,” katanya pada Selasa, (10/11/2020).

Dia melihat kegitan tersebut cukup mengkhawatirkan. Dimana warga setempat merasakan polusi udara setiap hari dari debu tanah yang bertebaran disepanjang jalan Batu Besar.

“Kami akan melaporkan temuan ini ke dinas yang terkait,” imbuh dia

Salah satu oknum BP Batam berinisial TM, menurut beberapa sumber sebagai pemulus kegiatan diduga abu-abu itu saat dihubungi mengaku hanya sebagai pengurus izin kegiatan.

“Silahkan konfirmasi sama Lambok dan Niko Manalu itu adalah orang kepecayaan pak Agung pemilik perusahaan (PT Pinang Jaya),” ujar TM via seluler

Sementara pemilik perusahaan, Agung, saat ditemui dikantornya sedang tidak berada ditempat.

Niko Manalu yang namanya juga disinggung TM, saat dihubungi enggan mengomentari terkait kegiatan itu.

“Kamu cari sendirilah pak Agung, kamukan media,” katanya

Benankmerah tengah menghubungi Agung untuk berkomentar