Tak Perlu Surat Pengantar RT/RW, Membuat e-KTP Cukup Bawa KK

6495
Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA –  Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah mengatakan, pemerintah terus meningkatkan sistem layanan administrasi kependudukan (Adminduk). Salah satunya, pada Perpres Nomor 96 Tahun 2018.

Perpres yang menerjemahkan Presiden Jokowi, 16 Oktober lalu, yaitu seperangkat istilah dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.

“Perpres 96 Tahun 2018 merupakan upaya peningkatan kualitas layanan Adminduk untuk lebih cepat, lebih sederhana dan lebih efisien yang tidak perlu,” kata Zudan melalui pesan elektronik, Selasa (6/11).

Zudan menjelaskan, dalam Perpres 96/2018, pengurusan e-KTP atau dokumen kependudukan secara umum tidak lagi mensyaratkan surat pengantar, baik dari RT, RW, kelurahan maupun kecamatan. Hanya saja cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) ke kantor Disdukcapil Lokal.

“Yang di Perpres itu, kita menyesuaikan birokrasi yang dulu dengan syarat-syarat pengantar RT, RW, desa / kelurahan dan kecamatan menjadi cukup dengan Fotocopy Kartu Keluarga,” jabarnya.

Seperti diatur dalam Pasal 15 Perpres 96/2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Pasal tersebut menyatakan, bahwa gabungan E-KTP hanya membutuhkan 2 persyaratan, yaitu telah 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin dan Kartu Keluarga.

Zudan memastikan, Disdukcapil daerah yang tidak menyesuaikan prosedur pelayanan Andminduk dengan Perpres 96/2018 akan dijatuhi sanksi tegas.

“Setiap 6 bulan sekali ada barang kinerja. Hal ini diatur dalam Lermendagri 76 Tahun 2015. Kalau dinilai kinerjanya jelek akan diusulkan diganti,” katanya. (Merdeka.com)