Soal Pemulangan Neno Warisman, Polisi: Kita Menjaga Wilayah ini Kondusif

641

BENANKMERAH.CO, PEKANBARU – Polisi mengatakan pemulangan aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, sebagai upaya menjaga wilayah itu kondusif.

“Polisi dan TNI menjaga agar tidak terjadi bentrok antara pro dan kontra. Kita menjaga wilayah ini kondusif, Kita tentunya tidak ingin adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, dilansir Antara, Minggu (26/8).

Sebelumnya sejumlah massa yang anti dengan gerakan #2019GantiPresiden pada Sabtu (25/8) menghadang mobil yang ditumpangi Neno Warisman. Penghadangan itu berlangsung dari siang hingga malam hari ini.

Neno sejatinya datang ke Pekanbaru demi mengikuti gelaran deklarasi #2019Ganti Presiden yang digelar di sana pada Minggu (26/8).

Setelah tertahan di dalam mobil hingga sekitar pukul 22.00 WIB, Neno dibawa kembali ke bandara dan diterbangkan ke Jakarta lagi.

Ketika telah mengetahui Neno beserta rombongannya telah kembali ke Jakarta, sebagian massa pun bubar. Sementara pihak kepolisian masih berjaga depan gerbang ruas jalan keluar bandara.

Sunarto menerangkan Neno dipulangkan kembali ke Jakarta usai melalui proses negosiasi.

“Itu wilayah otoritas bandara, petugas bandara melakukan upaya negosiasi. Proses nego lama, dari sore sampai malam,” ungkapnya.

Terkait apakah pemulangan Neno tersebut karena acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru tidak diberi izin kepolisian, Sunarto membantahnya.

Menurut dia, awalnya pihak penyelenggara memberi tahu Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Lalu Kepala Polresta Pekanbaru memberi saran agar tidak diberi izin. Kemudian di tengah perjalanan, ketua panitia mengundurkan diri dan mencabut surat izin keramaian.

“Posisi kita dalam hal tidak menerima surat,” tambahnya.

Sebelumnya juga beredar video yang diambil sendiri oleh Neno memperlihatkan dirinya berjalan di garbarata Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II sampai duduk di kursi pesawat.

“Akhirnya teman-teman semuanya, saya mengajak para kabinda untuk tidak kasar,” kata Neno dalam rekaman video itu.

“Jadi dipulangkan dan dipaksa pulang tepatnya. Sekarang saya sedang menuju ke dalam pesawat, dan sekarang kita coba untuk bertahan,” ujar Neno.