Selat Sunda Masih Berpotensi Tsunami

980

BENANKMERAH.CO – Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly mengatakan selat Sunda masih berpotensi terjadi tsunami. Dia menyebut ada tiga pemicu tsunami.

“Sedikitnya terdapat tiga sumber tsunami di Selat Sunda, yakni kompleks Gunung Anak Krakatau, zona graben dan zona megathrust,” kata Muhamad Sadly dilansir dari Antara, Sabtu (12/1).

Sadly menjelaskan kompleks Gunung Anak Krakatau terdiri atas Gunung Anak Krakatau, Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang. Gunung serta ketiga pulau tersebut tersusun dari batuan yang retak-retak secara sistemik akibat aktivitas vulkano tektonik.

“Akibatnya, kompleks tersebut rentan mengalami runtuhan lereng batuan atau longsor ke dalam laut. Reruntuhan inilah yang berpotensi kembali membangkitkan tsunami,” ungkap Sadly.

Begitu pula dengan Zona Graben yang berada di sebelah barat daya kompleks Gunung Anak Krakatau. Zona Megathrust juga berpotensi membangkitkan patahan.

Hingga saat ini, BMKG tetap memantau perkembangan kegempaan dan fluktuasi muka air laut di Selat Sunda. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai zona bahaya dengan radius 500 meter dari bibir pantai yang elevasi ketinggiannya kurang dari lima meter.