Roy Suryo Desak BUMN Buka Isi Rekaman Asli Percakapan Menteri Rini dan Dirut PLN

466
Pakar Telematika Roy Suryo -Foto Istimewa

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Pengamat Multimedia dan Telematika Roy Suryo angkat bicara soal beredarnya percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) yang beredar di media sosial mengenai bagi-bagi jatah (fee).

Dia meminta Kementerian BUMN membeberkan isi rekaman aslinya, sekaligus memperbandingkan dengan rekaman yang beredar.

“Maka saya mendesak pihak Kemen BUMN untuk membuka secara transparan ‘rekaman asli’ (utuh) yang dikatakan “sudah diedit” tersebut, sehingga tidak menimbulkan Multipersepsi,” ujar Roy kepada benankmerah.co, Sabtu (28/4/2018).

Pernyataan Roy ini menyusul soal pengakuan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro dalam rilisnya baru baru ini, yang menyebut memang benar bahwa Rini Soemarno dan Sofyan Basir melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.

Dimana pihak Kemen BUMN juga menyatakan bahwa rekaman tersebut telah diedit dari aslinya, kata Roy, ini bisa menimbulkan multipersepsi.

“Penegasan ini penting agar semua pihak clear dan transparan,” katanya.

Roy juga mendesak pihak berwajib untuk mengungkap siapa dalang yang membocorkan rekaman tersebut. Karena menurutnya, ini bisa disebut sebagai skandal memalukan di Republik yang kita cintai ini.

“Terlepas dari faktor politik apupun, saya mendesak pihak berwajib untuk mengungkap siapa pembocor atau pengedit rekaman tersebut bilamana ada, demi transparansi,” Roy menegaskan.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar di media sosial dan viral sebuah percakapan telepon seorang wanita dan pria yang diduga suara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Dalam rekaman itu, disebut sebuah nama lain, yaitu Pak Ari. Isi dari percakapan tersebut kurang lebih mengenai proyek yang dijalankan PLN.

Berikut cuplikan percakapan tersebut:

Wanita: kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lo, bapak bilang, udah lah yang harus ngambil ini dua, Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu.

Pria: Ini dikasih kecil saya kemarin bertahan Bu, beliau ngotot. Kamu gimana sih Sof. Lo pak ini kalau enggak ada PLN bapak juga enggak ada semua bisnis.

Wanita: Sama PLN

Pria: PLN. Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

Wanita: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

Pria: Betul

 

Reporter: Alexandra
Editor    : Heni