Relawan Asing di Palu Frustasi Karena Disuruh Pulang Ke Negaranya

14376

PALU – Indonesia dilaporkan telah mengeluarkan aturan baru yang menyuruh relawan asing untuk pulang ke negaranya, karena tenaga mereka tidak dibutuhkan membantu korban bencana di Donggala dan Palu.

Indonesia awalnya menolak bantuan internasional tetapi Presiden Joko Widodo dengan enggan menyetujui untuk mengizinkan bantuan luar negeri setelah melihat langsung dampak bencana di lokasi.

Bantuan asing pun berdatangan ke kota Palu yang porak-poranda di mana pihak berwenang menyakini  5.000 orang hilang dan 200.000 orang korban selamat sangat membutuhkan makanan, air dan persediaan sandang pangan lainnya.

Tetapi relawan asing dilaporkan telah dicegah masuk ke daerah yang terkena dampak bencana, di mana ribuan orang diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan.

Ahmed Bham, dari Afrika Selatan, Gift of the Givers, mengatakan bahwa ia  diberitahu tentang peraturan baru yang melarang relawan asing turut serta membantu mengambil korban tewas.

“Semua tim USAR (relawan asing) harus kembali ke negaranya. Mereka tidak membutuhkan kita di Indonesia,” kata Bham kepada AFP di Palu, Selasa (9/10)

“Kami punya tim pencarian dan penyelamatan yang berpengalaman di sini di Indonesia dengan peralatan yang sangat khusus. Saya ingin menggunakannya,” katanya.

Bham bersama 27 tim yang terlatih tiba di Palu tiga hari lalu mengaku frustasi karena keinginan mereka bergabung dengan relawan lain untuk pencarian korban tewas seperti dilarang atau dihalangi setiap hari.

“Banyak hari yang terbuang di mana kami bisa membantu dan menggunakan keahlian dan keterampilan kami,” kata Bham.

“Anda tidak dapat bekerja di sini, Anda tidak bisa melakukan ini, Anda tidak bisa melakukan itu’. Ini adalah sesuatu yang lain kita alami dalam bencana besar seperti ini,” tuturnya.

Bham mengatakan sebagian besar tim internasional yang ia lihat di Palu telah berada di bandara. “Mereka tidak bisa bekerja. Mereka mulai kembali ke negara mereka,” katanya.

Sebelumnya, Kemenlu Indonesia mengeluarkan ketentuan yang menyebutkan ormas internasional dan asing tidak diijinkan terjun langsung ke daerah bencana.

Disebutkan mereka terlebih dahulu harus menyampaikan permintaan secara resmi kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia atau perwakilannya.

Tetapi, ketua penggerak World Vision Australia Tim Costello mengatakan peraturan Menlu Indonesia itu tidak sesuai yang terjadi dilapangan, faktanya mereka disuruh pulang ke negara masing-masing.

“Yang benar adalah bahwa mereka telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan personel asing harus ditarik. Sangat aneh karena wartawan asing bebas berkeliling dan melapor. Ini yang sangat aneh,” katanya kepada stasiun televisi ABC, Australia, Selasa.

Sementara Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantah telah menyuruh pulang relawan asing dari Palu.

“Tetapi di Lombok (memang) ada banyak (diminta untuk pergi),” katanya kepada wartawan, Selasa.

Lebih dari 70.000 orang mengungsi dan lebih dari 2.000 orang tewas sejak gempa berkekuatan 7,5 SR dan disusul tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah. [AFP]

Editor: Heni Anggraini