Pengakuan Ustaz Abdul Somad Soal Ancaman Yang Dialaminya

446

BENANKMEAH.CO – Ustaz Abdul Somad (UAS) sebelumnya mengaku mendapat ancaman sehingga membatalkan rencana pengajian ke sejumlah daerah di Jateng, Yogyakarta, dan Jawa Timur, termasuk MAJT Semarang. 

UAS memberikan penjelasan lengkap terkait ancaman yang dialaminya. Dia mengaku panitia acara banyak ditangkap dan diganggu.

Penjelasan UAS ini terungkap lewat video yang diunggah oleh akun twitter @ekowBoy pada Senin (10/9/2018). Dalam video itu, UAS tampak bicara saat berada di dalam mobil. 

Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu, UAS menyampaikan keputusannya membatalkan seluruh agenda dakwah di Pulau Jawa, bermula ketika panitia dakwah di Kudus, Jawa Tengah secara mendadak membatalkan dakwahnya.

Menurutnya, pembatalan jadwal ceramah di Kudus ini karena ada pihak yang mencoba mengganggu

Hal yang sama terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan, kata UAS, panitia mengatakan ada beberapa anggotanya yang ditangkap polisi.

“Ternyata setelah acara baru ngaku. Tadi malam itu sebenarnya banyak yang mengganggu, (panitia) ditangkap,” ungkapnya. 

UAS mengaku heran alasan acara tersebut ‘diganggu’. Padahal acara itu tidak membahas politik. 

“Kita bukan cerita masalah revolusi, masalah politik, enggak ada cerita-cerita itu,” katanya.

selain peristiwa di Kudus dan Grobogan, penolakan terhadap dirinya juga terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Dia menyebut bandara sempat dijaga aparat dan sejumlah ormas. 

“Ternyata begitu sampai di airport, bapak-bapak dari TNI, polisi, kemudian ada Pemuda Pancasila, FPI. Loh kita banyak terima kasih, tapi suasana kita kan mau ngaji, bukan perang. Jadi ana merenung sejak itu,” UAS menuturkan.

Selain di Semarang, acara UAS di Jepara didatangi tentara. Akibatnya, UAS memilih cooling down dengan membatalkan agenda ceramah di Jateng dan Jatim.

“Kita bukan mau action show of force, menunjukkan kekuatan, telepon bapak-bapak TNI, telepon dari kepolisian, telepon sahabat-sahabat dari Pemuda Pancasila, telepon dari aaa.. Kita enggak gitu, kita maunya datang, aman, damai hati ini menyampaikan, tenang. Itu berpengaruh bagi kita yang berceramah,” katanya.