Pengadangan Tagar 2019GantiPresiden, Jokowi: Berkumpul dan Berpendapat Ada Batasannya

6771
Presiden Joko Widodo usai menghadiri acara Partai Nasdem di kawasan Ancol Jakarta Utara, Sabtu (1/9/2019). (Antara Foto)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi buka suara terkait maraknya pengadangan dan pembubaran deklarasi #2019GantiPresiden disejumlah daerah. Menurutnya meski kebebasan berkumpul, berpendapat, dan berserikat dijamin di negara demokrasi, namun kebebasan tersebut tetap ada aturan aturannya. 

“Jangan sampai kita menabrak keamanan, menabrak ketertiban sosial,” kata Presiden Jokowi seusai menghadiri acara Partai Nasdem di Jakarta, Sabtu (1/9) malam.

Menurut dia langkah kepolisian yang membubarkan deklarasi #2019GantiPresiden sudah tepat dengan pertimbangan keamanan. Deklarasi ini di sejumlah tempat dinilai berpotensi memicu bentrokan antara pihak yang pro dan kontra.

“Nanti kalau misalnya polisi ngga melakukan apa-apa kalau kemudian terjadi benturan yang disalahkan siapa? Polisi lagi,” katanya.

“Kalau nggak ada pertentangan, ngga ada kontra, saya kira akan di mana-mana juga bisa dilakukan. Kalau ada pertentangan tentu saja polisi harus turun tangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh penggerak aksi #2019GantiPresiden di tolak di sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa aksi bahkan nyaris berujung dengan kericuhan.

Sebut saja Neno Warisman yang dihadang massa ketika tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Selain itu juga penolakan terjadi kepada Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani di Surabaya.