Kursi Wagub DKI Kosong, Gerindra: Tunggu Pemberhentian Sandiaga Tuntas

207

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta mengalami kekosongan pasca Sandiaga Uno memilih maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.

Partai Gerindra dan PKS sebagai partai pengusung Anies-Sandi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI tahun lalu tengah menyiapkan kader terbaiknya untuk menggantikan posisi Sandiaga.

Belakangan ada beberapa nama yang digadang-gadang akan diusung oleh Gerindra dan PKS sebagai pengganti Sandiaga. Ada pun nama tersebut yakni Mardani Ali Sera, Ahmad Heryawan, M Taufik, dan Ahmad Syaikhu.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut belum ada kesepakatan terkait siapa yang akan diusung oleh Partai Gerindra untuk mengisi kursi DKI-2.

Menurut Riza, Partai Gerindra bersama PKS baru akan membahas pengganti Sandiaga usai proses pemberhentian Sandiaga sebagai Wagub di DPRD Provinsi DKI Jakarta telah tuntas.

“Biarlah selesai dahulu proses pemberhentian Sandiaga di DPRD, kemudian nanti didiskusikan kembali dengan Gerindra dan PKS untuk posisi Wagub, baru nanti pembahasan siapa calon yang akan diusungkan (dari masing-masing partai),” paparnya saat dihubungi, Jumat (24/8).

Kendati demikian, Riza tak membantah terkait kabar bahwa ada nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik yang akan diusung oleh Partai Gerindra untuk memimpin DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan.

“Pak Taufik tentu sangat berpeluang untuk diusulkan, dan dia sudah memiliki pengalaman partai politik di Gerindra selama 10 tahun, sudah juga bekerja baik dengan Partai Gerindra,” pungkas Riza.

Sementara itu, Riza membantah terkait kabar jika PKS tetap bersikeras menginginkan kadernya yang mengisi posisi DKI-2, kubunya meminta imbalan agar Anies Baswedan masuk partai Gerindra.

“Enggak, kita enggak pernah meminta Anies untuk pindah Partai Gerindra. Justru Pak Prabowo dulu menyarankan Anies tetap sebagai tokoh independen ya. Tidak berpartai,” tukas Riza.

Disamping kisruh isu perebutan posisi Wagub DKI Jakarta antara Gerindra dan PKS, Riza memastikan pemilihan pengganti Sandiaga tidak akan memakan waktu yang lama.

Hal tersebut, lantaran jumlah partai pengusung Anies-Sandi sudah sesuai dengan jumlah calon yang wajib diusungkan untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil Kepala Daerah berdasaekan peraturan UUD.

Yang mana menyebutkan bahwa pengisian kekosongan jabatan Wakil Kepala Daerah yang masih tersisa masa jabatan dari 18 (delapan belas) bulan atau lebih, Kepala Daerah mengajukan dua orang calon Wakil Kepala Daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD.

“Sudah sesuai kan hanya dua partai (pengusung Anies-Sandi), jadi bisa saja yang diusulkan satu dari PKS, satu dari Gerindra, ini tidak sulit dan tidak akan memakan waktu yang panjang,” tutup dia.

 

Reporter: Rizkia Sasi