Keputusan Mendukung Prabowo-Sandiaga, Ijtimak Ulama II Akan Digelar

743
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (Foto Twitter)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Dua nama yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo Subianto diantaranya Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad tak dipilih oleh partai koalisi keumatan. 

Prabowo mengumumkan Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Menanggapi hal itu Habib Rizieq Syihab meminta untuk digelar Ijtimak Ulama II.

“Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan “Ijtihad Politik” melalui “Ijtima’ Ulama II” untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT,” kata Rizieq lewat akun Twitter-nya, Jumat (10/8/2018).

Terkait hal ini, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak mengatakan Ijtimak Ulama II ini akan digelar untuk memutuskan apakah mendukung atau tidak mendukung Prabowo.

Namun, ia menegaskan di Ijtimak Ulama II ini tak akan ada pilihan untuk mendukung pasangan capres-cawapres petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Meskipun Ma’ruf merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ijtimak Ulama tak akan ada keputusan mendukung pasangan tersebut.

Sebab, kata Yusuf, semangat Ijtimak Ulama adalah untuk mengganti pemerintahan.

“Kami semangat Ijtimak itu untuk mencari pengganti presiden,” kata Yusuf seperti disiarkan CNN Indonesia, Jumat (10/8).

Yusuf mengatakan Ijtimak Ulama II ini digelar bukan karena Prabowo dipasangkan dengan Sandiaga. Dia menilai Sandiaga juga sebagai sosok yang tepat.

Dia menegaskan Ijtimak Ulama II akan digelar untuk menyatukan pendapat para ulama.

Tapi bila Ijtimak Ulama II memutuskan tak mendukung Prabowo-Sandiaga, maka, kata Martak pilihan diserahkan kepada masyarakat.

“Kita harapkan mendukung. Kalau tidak mendukung, kita serahkan pilihan kepada masyarakat masing-masing dan ulama nasional,” katanya.