FPI: Pesta Rentenir Ditengah Bencana, Adalah Sesakit-sakitnya Manusia

2329

JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) mengungkap fakta yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah setelah wilayah itu di landa gempa dahsyat dan tsunami pekan lalu.

Mengutip dari akun twitternya, Sabtu (6/10), FPI mangatakan bahwa perintah lamban menangani bencana di Donggala dan Palu.

FPI melaporkan masih banyak mayat korban tewas bergelimpangan dan belum ditemukan. Mereka menyindir pemerintah yang sibuk menggelar pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia ditengah bencana. 

“Pemerintah Lamban menangani bencana. Banyak korban bencana yg kelaparan. Mayat masih bnyk bergelimpangan & banyak yg blm ditemukan. Kalian malah sibuk memanjakan tamu IMF? Pesta rentenir ditengah bencana, adalah sesakit-sakitnya Manusia!!,” cuit FPI.

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya pada Sabtu (6/10) mengatakan pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia minggu depan tidak hanya membahas spesifik soal ekonomi saja, namun juga akan diarahkan untuk membahas penanganan bencana di Palu dan Donggala. 

Bahkan ia menyebut akan ada sesi khusus untuk pengumpulan donasi bagi para korban bencana gempa dan tsunami di Palu.

“Saya dengan Mr. Jianhai (Secretary of the Fund and the International Monetary and Financial Committee IMF) datang untuk melihat dan kami bersama-sama membantu berikan sumbangan kepada pengungsi,” kata Luhut

“Jangan orang bilang kita di Bali sibuk menyelenggarakan konferensi kelas tinggi lalu kita lupa menangani bencana di Palu. Nggak, sama sekali jauh dari itu. Kita sangat prihatin dan kita ingin juga kontribusi,” Luhut menegaskan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga mengatakan semua korban gempa berkekuatan 7,5 dan tsunami yang melanda pada 28 September lalu harus ditemukan.

Jumlah korban tewas resmi akibat gempa dan tsunami telah meningkat menjadi 1.649, dan kemungkinan akan terus bertambah.