Fahri Hamzah Sebut Media Cari Sensasi Soal Pemberitaan Revisi UU KPK

635

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritisi media massa soal pemberitaan banyak pihak yang menolak revisi Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Fahri, media massa kebanyakan jual sensasi untuk kepentingan sendiri dan tidak peduli sistem menjadi rusak.

Ia menilai media massa sengaja menciptakan banyak sosok dijadikan narasumber berperan sebagai pahlawan untuk menolak revisi UU KPK itu dan diberitakan 24 jam.

Berikut kritikan Fahriterhadap media, seperti dikutip dari akun twitter resminya, @fahrihamzah, Minggu (15/9/2019)

“Media massa kebanyakan cari sensasi untuk kepentingan sendiri..yang penting rame…gak peduli sistem jadi rusak..bikin Hero supaya diberitakan 24 jam..jual sensasi untuk industri yg mulai kalah bersaing dgn media sosial..media massa harus Tobat dari jualan kepalsuan”

“Heronya media massa banyak yang sakit..mendingan kita ber-media sosial saja gak pakai iklan..lebih bebas tanpa editan pemilik yg punya partai politik dan punya koneksi politik..atau konglomerat berpolitik… media sosial lebih baik…tanggungjawab masing2 dah kalau diculik”

“Tapi begitulah bangsa kita..senang dengan ratu adil..seolah satu orang bisa selesaikan semua masalah..satu lembaga bisa rampungkan semua hal…kita suka bergantung pada orang besar..kalau dah terkenal seolah gak mungkin salah..kita sesat jalan berkali2…kecewa pada pemimpin”

“Jiwa feodal kita akut..takut kritik..gak berani adu argumen..senang main belakang..pengecut!. Padahal dunia ini diwariskan Tuhan kepada semua orang. Semua manusia sama. Semua orang itu ada kotoran busuk dalam perutnya. Gak ada orang suci. Apalagi lembaga negara. Sudahlah!”

“Makanya lihat isu pakai akal jangan pakai perasaan. Kalau pakai perasaan maunya jalan pintas. Padahal ilmu itu luas, rumit dan memerlukan metodologi untuk dipahami. Apalagi kalau harus diterapkan dalam kehidupan yang nyata. Perlu seni yang dimensinya luas dan Perlu kepemimpinan”

“Diajak mikir rumit kita dibilang sok pintar. Diajak diskusi ngomongnya pokoknya. Diajak berkelahi kabur duluan. Payah dah. Sekarang lagi kacau gini mau nyalahin siapa lagi ayo? Media massa yang gak pernah mau ngutip saya karena pro koruptor saya tantang sekarang”

“Adu konsep kita. Kalian terbukti gagal kan. Semua berantakan. Paling mau nyari pahlawan lagi. Atau musuh bersama. Gitu aja terus. Kalau gak ketemu pahlawan cari musuh. Tapi kita lagi bertengkar soal apa gak mau didalami. Semua dangkal. Basa basi ! Dah aku istirahat dulu!”

Seperti diketahui, saat ini publik masih diresahkan dengan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi KPK yang dinilai dapat melemahkan KPK.

Namun Fahri justru menyambut baik adanya revisi terhadap UU KPK. Menurut dia, UU KPK memang perlu direvisi.

Menurut dia, arah KPK sebagai lembaga antirasuah harus jelas, hal ini untuk membuktikan, Indonesia bukan negara yang penuh dengan koruptor. 

“Insya Allah. Bismillah. Bangsa kita bisa. Kita bukan bangsa maling,” kata Fahri dalam kalimat penutup yang disampaikannya melalui akun Instagram @fahrihamzah, Jumat, (13/9/2019).

 

Heni Anggraini