Fahri Hamzah Menilai Rusuh di Rutan Mako Brimob Karena Ahok

1348
Foto Istimewa

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menduga terjadinya kerusuhahan di Rutan Mako Brimob, Selasa (8/5/2018) malam, karena dipicu ketidakadilan hukum dari aparat penegak hukum sendiri.

Ia menyinggung soal mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tidak dipindahkan ke Lapas. Padahal, putusan kasus penistaan agama yang menjerat Ahok sudah inkrah.

“Kita tahu kemarin itu ada peristiwa seorang pejabat yang tidak mau dipindahkan ke LP kan. Itu gitu. Ada perasaan tidak adil itu kadang-kadang itu memancing orang untuk melakukan tindakan perlawanan,” kata Fahri di gedung DPR RI, Jakarta, dilansir viva, Rabu (9/5/2018)

Dia menilai penegak hukum saat ini tidak bisa berlaku adil. Hal ini penting karena peran penegak hukum mesti menegakkan keadilan yang sama.  

“Keadilan itu harus kasat mata, supaya dia memberikan keinsafan, memberikan kepuasan kepastian dan perasaan diperlakukan sama di depan hukum. Itu evaluasi below the line-nya. Nah itu kadang-kadang harus dievaluasi, kenapa orang marah,” katanya.

Fahri tetap menyarankan agar aparat penegak hukum mengeksekusi Ahok ke lapas. Bukan sebaliknya terus ditahan selama dua tahun di Rutan Mako Brimob. Ia kembali menekankan bahwa pemidahan Ahok perlu agar masyarakat tahu dan merasakan asas keadilan dan kepastian hukum.

“Jadi itu yang saya bilang aparat penegak hukum itu kayak ada perasaan bersalah telah menghukum Ahok. Dan itu yang dibaca oleh orang, dan itu yang menyebabkan munculnya ketidakpastian.” ujarnya.

Menurutnya, bila Ahok tak masuk lapas, maka akan bisa berdampak persepsi tak adil secara berkelanjutan terhadap aparat penegak hukum.

“Jadi kenapa dia tidak masuk LP, yang lain masuk LP. Jadi sekali lagi aparat itu tidak cukup berbuat adil, tapi harus nampak berbuat adil,” katanya.

 

Editor: benankmerah