BEM Ungkap Aksi Dikediaman SBY, Ada Tendesius Politik dan Setingan

179
Foto Istimewa

Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia angkat bicara terkait kegiatan ‘Jambore dan Silaturahmi yang diselenggarakan di Cibubur, 4-6 Februari 2017.

Pasalnya pasca kegiatan tersebut mahasiswa yang tergabung dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia bergerak menuju kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta Selatan.

“BEM Seluruh Indonesia menegaskan; kegiatan tersebut merupakan agenda yang memiliki tendesius politik dan disetting untuk pro terhadap pemerintahan Joko Widodo dan mematikan ruh mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah.

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan aksi adu domba terhadap mahasiswa.

“BEM Seluruh Indonesia Mengecam Upaya Pecah Belah Bangsa dan Adu Domba serta Penggembosan Pergerakan Mahasiswa oleh Rezim Pemerintah,” katanya dalam keterangan persnya, Rabu (8/2/2017).

Menurutnya, kegiatan yang mengangkat tema ‘Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia’ kenyataannya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sebab banyak sesi-sesi yang dilakukan saat itu tidak mencerminkan atas tema yang diangkat oleh panitia.

“Pada beberapa sesi disampaikan hal-hal yang menyudutkan beberapa ormas dan tokoh nasional yang dicap merugikan pemerintah rezim Joko Widodo, sehingga hal ini berpotensi memicu disintegrasi bangsa dan memunculkan rasa benci,” ungkapnya.

Wildan mengatakan kegiatan tersebut sarat dengan politisasi pada mahasiswa untuk mendukung salah satu figur partai dengan menggunakan embel-embel mahasiswa, dengan kata lain panitia telah berbohong dan mengotori marwah mahasiswa.

“Kegiatan tersebut merupakan upaya pecah belah persatuan mahasiswa serta penggembosan pergerakan mahasiswa akan dimensi idealisme eksekutif kampus dan menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan dengan konten tuntutan yang telah panitia siapkan, dengan kata lain ditunggangi kepentingan politik. Adapun peserta yang berseberangan dengan agenda tersebut diusir keluar secara tidak hormat,” jelasnya.[Red/inilah.com]