Malaysia Serahkan Tiga Nelayan Indonesia

BENANKMERAH.CO  – Tiga nelayan Indonesia yang diselamatkan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) setelah terjun ke laut untuk melarikan diri pada 8 mil laut selatan Pulau Jarak, Lumut, pada 21 November, diserahkan kepada perwakilan kedutaan negara hari ini.

Hmetro.com.my melaporkan, tiga nelayan itu adalah Ahmad Tohir Sharifudin, 31; Saiful Muamat Jen, 24 dan Safarman Damrah, 29, dieksekusi oleh Direktur Maritim Perak, Kepala Polisi Maritim Shahrizan Raman.

Mereka diserahkan kepada perwakilan kedutaan Indonesia Muhammad Febi Khaira di Markas Besar Maritim Perak di Lumut.

Shahrizan mengatakan perahu ketiga nelayan itu ditemukan dalam kondisi mencurigakan oleh Sistem Pengawasan Kelautan Maritim (SWASLA) Lumut pada pukul 21.30 waktu setempat pada hari kejadian.

Menurut dia, ketiga nelayan itu berasal dari Tanjung Balai, Asahan melaut sejak 15 November, kapal itu diyakini rumah bagi enam orang lain yang melarikan diri dari penahanan APMM.

“Segera setelah dia mengetahui keberadaan Kapal Maritim (KM), kapal berusaha melarikan diri untuk menghindari penggeledahan oleh pihak berwenang”

“APMM harus mengejar kapal hingga dua kali selama pergantian antara KM Gagah dan kapal penangkap ikan dan pada saat yang sama awak kapal ditemukan membuang beberapa benda ke laut,” katanya pada konferensi media di Markas Maritim Perak di Lumut.

Dia mengatakan para kru juga memerintahkan kapal untuk berhenti dan mengikuti tiga kru, mereka mengaku melompat ke laut untuk menghindari penangkapan.

“MMEA kemudian menyelamatkan ketiga nelayan dan membawa mereka ke kantor untuk tindakan lebih lanjut dan perawatan yang tepat dan mereka dalam kondisi baik,” katanya.

Dia mengatakan meskipun ketiga nelayan mengklaim benda-benda itu dilemparkan ke jaring dan peralatan memancing, APMM percaya beberapa dari mereka adalah barang-barang selundupan ke negara itu.

“Investigasi menemukan bahwa tidak ada unsur kriminal yang dilakukan karena tidak ada bukti dan bukti yang cukup yang dapat mengarah pada hukuman terhadap korban”

“Namun, APMM mencurigai bahwa selain menangkap ikan, mereka juga terlibat dalam kegiatan penyelundupan berdasarkan faktor ukuran kapal yang lebih besar karena penangkapan sebelumnya dilakukan kepada nelayan Indonesia yang melibatkan kapal kecil dan tradisional.

“Karena itu, APMM berharap kedutaan Indonesia dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini karena kapal itu sudah ada di negara ini,” katanya.