Kades Mamud Minta Dukungan Tandatangan Warga Tanda Setuju Pemangkasan Dana BLT–DD

133

BENANKMERAH.CO, LINGGA – Dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT – DD), Rp. 530.000 per Kepala Keluarga (KK), di Desa Mamud, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, masih berbuntut panjang.

Salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, membeberkan upaya Kepala Desa (Kades) Mamud untuk “menutupi” dugaan pungutan liar itu.

Katanya, pada Selasa (29/6/2020) lalu, Kades  mengundang warga ke kantor desa untuk meminta ‘dukungan’ berupa tandatangan warga, tanda setuju dilakukan ‘pemangkasan’ dana BLT – DD tersebut.

“Pak Kades minta kami sebagai warga agar bersedia menandatangani, bahwasanya pemangkasan dana BLT sebesar Rp.530.000 itu, bukan kehendaknya sendiri, namun sudah menjadi kesepakatan musyawarah bersama. Namun dikarenakan sejak awal, kami tidak setuju, makanya yang mau memberi tandatangan hanya belasan orang saja,” ucap warga yang minta namanya jagangan disebut,  Rabu (1/7/2020), lalu.

Sebenarnya, kata sumber lagi, permasalahan yang terjadi di Desa Mamud, bukan hanya soal dana BLT saja.

Namun banyak permasalahan yang terjadi selama ini. Hanya saja, warga tidak tahu, mau mengadu kemana selama ini. Semua permasalahan, berkaitan dengan penggunaan anggaran dana desa dan banyak yang tidak jelas, ungkapnya lagi.

“Salah satunya, ada beli dua unit kapal pukat dengan harga beli perunitnya seratus jutaan lebih, menggunakan anggaran dana desa, dengan alasan punya atau milik desa. Mirisnya, setelah dibeli, satu unit kapal tersebut, diserahkan kepada adiknya, dan satu unit lagi, informasinya mau dijual Pak Kades, namun hingga kini belum ada yang mau beli,”bebernya.

Yang lebih mirisnya lagi, pada Rabu (1/7/2020), salah seorang oknum anggota dari Senayang, datang ke Desa Mamud, minta masalah dugaan pemangkasan dana BLT itu, agar jangan dihebohkan  warga.

Sayangnya, kami tidak tahu nama bapak tersebut, dan bapak itu, baru saja pulang dari sini (Desa Mamud,red), tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga penerima BLT – DD tahap l dan ll, di  Desa Mamud,  harusnya menerima Rp.1.200.000 per Kepala Keluarga (KK).

Namun kenyataannya, masing – masing warga penerima hanya menerima uang tunai sebesar Rp.670.000. Sedangkan bantuan 20 Kg beras dengan harga satuan kilo Rp.13.000, diterima seluruh warga Desa Mamud dan termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Desa Mamud.

(Red.)

Sumber : //buktipers.com