Hutan Mangrove Ditimbun Jadi Kavling, Berikut Dampak Negatifnya Menurut DLH Batam

Hutan Mangrove di dapur 12 ditimbun jadi kavling - Foto: benankmerah.co

BENANKMERAH.CO, BATAM – Setidaknya puluhan hektar Hutan Mangrove di Batam saat ini telah ditimbun jadi kavling oleh beberapa perusahaan dan siap diperjualbelikan.

Bahkan diantara hutan mangrove yang ditimbun tersebut masuk dalam peta dinas kehutanan sebagai hutan lindung.

Hutan mangrove yang disulap jadi kavling itu diantaranya, Dapur 12 Sagulung,  Nongsa, Piayu laut dan beberapa tempat lainnya.

Kehilangan mangrove di Batam dalam kurun waktu beberapa tahun ini bisa dikatakan sangat luas. Namun apakah selama ini kita telah peduli?

Kehilangan dan kerusakan hutan mangrove telah menyebabkan berbagai dampak negatif ekologi, ekonomi dan sosial. Mangrove yang baik terbukti melindungi pesisir pantai, termasuk manusia yang menghuninya dari angin badai dan hempasan tsunami.

Berikut beberapa fungsi dan manfaat keberadaan hutan mangrove, seperti dipaparkan, Amjaya Kabid Lingkungan Hidup, DLH kota Batam, saat dihubungi baru-baru ini:

1. Mencegah Intrusi Air Laut

Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.

2. Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai
Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.

3. Sebagai pencegah dan penyaring alami
Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai. Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen.

4. Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan bagi hewan ikan yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.

5. Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya dan menjaga garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan lainnya. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

“Dengan penimbunan mangrove maka beberapa fungsi mangrove seperti diatas itu akan hilang,” ujar Amjaya

 

Heni Anggraini