Hutan Mangrove Dapur 12 Ditimbun Jadi Kavling, DLH Batam: Itu Hutan Lindung

633

BENANKMERAH.CO, BATAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam memastikan hutan mangrove di dapur 12 Sagulung yang ditimbun atau digarap jadi Kavling adalah hutan lindung. 

“Ini (lahan) secara peta kehutanan masuk wilayah hutan lindung,” ujar Amjaya, Kabid Lingkungan Hidup DLH Batam, saat dihubungi di Batam, Senin (9/9/2019).

Meski begitu, Amjaya belum mau memutuskan secara sepihak terkait status hukum lahan yang digarap jadi kavling yang mengatasnamakan kampung tua tersebut.

Pun Amajaya belum bisa memastikan apakah aktifitas tersebut sudah mengantongi izin Amdal.

“Coba saya koordinasi dengan Bapelitbang dulu ya, untuk memastikan biar dasar kita kuat untuk memutuskannya,” imbuh dia.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah (Korwil) Rumpun Khazanah Warisan Batam (RKWB) Sagulung, Firman Komong menegaskan aktifitas penggarapan hutan lindung berkedok perluasan kampung tua secara terang telah melanggar aturan karena tidak memiliki ijin.

Ia menjelaskan, hutan lindung yang digarap itu adalah hutan mangrove yang ditimbun seluas 9 hektar dan aktifitas itu katanya, tentu saja berdampak negatif pada lingkungan dan keseimbangan ekosistem ikan laut.

Firman mendesak pemerintah dan penegak hukum bisa melihat dan menindak kegiatan yang melanggar aturan tersebut.

“Kita berharap pemerintah bisa bertindak tegas akan kegiatan yang berlangsung di Dapur 12 tersebut, dan juga semoga penegak hukum menindak dengan tegas kegiatan yang menyalahi aturan tersebut,” katanya. 

Benankmerah.co tengah berupaya menghubungi pihak pengelola dan penanggungjawab penggarapan lahan hutan lindung tersebut untuk berkomentar.

 

Rajo Sinawa