Tim WFQR 4 Lanal Karimun Gagalkan Penyelundupan TKI ke Malaysia

190
Foto: Dispen Lantamal IV

BENANKMERAH.CO, Tanjung Pinang – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Tanjung Balai Karimun, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya kegiatan penyelundupan TKI ilegal disekitar Tanjung Sebatak Leho, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Rabu (22/2/2017)

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan, Tim WFQR IV/Posal Leho Lanal TBK melaksanakan pencarian sesuai dengan informasi dari masyarakat dan akhirnya berhasil menangkap boat pancung mesin 40 PK tanpa dilengkapi dokumen dengan membawa 7 Orang TKI ilegal (5 orang pria dan 2 orang wanita) pada posisi 1° 3′ 997″ N 103° 25′ 290″ E (perairan timur TBK).

Selanjutnya boat pancung tanpa nama tersebut, pada pukul 23.30 WIB dibawa menuju Posal Leho yang kemudian dilaksanakan pemeriksaan terhadap TKI beserta tekong dan barang bawaan maupun muatan boat pancung secara menyeluruh.

Namun tidak ditemukan barang terlarang seperti Narkoba, kata S. Irawan. Hampir pada waktu bersamaan, Tim WFQR-IV Lanal TBK melaksanakan pengembangan informasi dan diperoleh keberadaan agen penanggung jawab kegiatan TKI ilegal tersebut berinisial “Y” alias “B”.

Setelah itu, tim berhasil menangkap yang bersangkutan dirumahnya.

“Guna proses hukum lebih lanjut, keseluruhnya yakni 7 orang TKI, dan 1 orang tekong dan 1 orang agen dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk pengecekan urine apakah ada penyalagunaan Narkoba,” terang Irawan

Adapun nama penanggung jawab boat pancung tersebut, diantaranya adalah Yusrizal (31) alias Bije (agen penanggung jawab), Agus Susanto (42) (Tekong)

“Terkait tindak pidana pelayaran bahwa Nakhoda berlayar tanpa SPB diancam pidana 5 tahun penjara dan denda 600 juta’. ungkapnya

Sedangkan dari hasil keterangan pengakuan tekong rute pegiriman TKI illegal TBK-Sungai Cokoh Johor Malaysia – TBK, dengan keterangan shorty bahwa TBK-Sungai Cokoh Johor mengantar 3 orang TKI ilegal, dan Sungai Cokoh Johor – TBK mengantar 7 orang. Namun usaha penyeludupan TKI keburu tertangkap.

Untuk itu, Danlantamal IV menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terbujuk rayu oleh para oknum agen TKI yang merekrut dan membawa keluar negeri dengan iming-iming pekerjaan serta upah yang menggiurkan.

Imbauan itu kata dia  juga bentuk penegasan, dikarenakan sudah banyak contoh korban yang berjatuhan akibat pengiriman TKI ilegal. Bahkan beberapa waktu lalu juga dikejutkan dengan sejumlah peristiwa kecelakaan speed boat yang membawa TKI, dan pada saat itu hampir semua penumpang tenggelam di Malaysia.

“Ini bukan pertama kali, tetapi sudah berulang kali. Apalagi saat ini kondisi cuaca dan laut kurang bersahabat, dan sangat riskan. Kecelakaan laut ini tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

Demikian rilis Dispen Lantamal IV, Jum’at (24/3/2017).

(isn)