Tembak Mati Begal Dinilai Melanggar HAM

1349

JAKARTA – Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal Sandrayati Moniaga mengapresiasi usaha Polri yang telah memberikan perhatian khusus terhadap semua tindak kejahatan, termasuk kepada pelaku begal.

Kendati demikian, Sandra menilai bahwa penembakan mati ataupun penyiksaan terhadap pelaku begal tidak sesuai dengan prinsip HAM.

“Begal persoalan serius dan harus ditangani dengan baik. Upaya Polri untuk memberikan perhatian khusus harus kita apresiasi, namun penembakan mati dan atau penyiksaan tidak sesuai dengan prinsip HAM,” papar Sandra saat dihubungi, Kamis (12/7) malam.

Sandra menjelaskan, bahwa pelaku begal sebaiknya diproses sesuai Undang-Undang yang berlaku, dan lembaga peradilan yang berhak menjatuhi hukuman.

“Diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Lembaga peradilan lah yang memutuskan (hukumannya),” pungkas Sandra.

Diketahui, belakangan semakin marak pembegalan yang terjadi di Indonesia, beberapa kali tindak kejahatan ini telah membuat korbannya kehilangan harta benda, terluka bahkan nyawa sekaligus.

Pelakunya banyak yang melarikan diri, kalaupun tertangkap tak jarang harus dengan cara yang ‘agak’ kejam.

Misalnya saja terhadap pelaku begal di Bekasi pada Rabu (11/7) kemarin, aparat Polres Metro Bekasi terpaksa menembak mati seorang begal atas nama Ahmad Fauzi alias Oji (23). Penembakan terjadi usai diwarnai kejar-kejaran.

Pelaku diketahui beraksi bersama rekannya Jantuk di kawasan Kampung Muara Sepak, Muara Bakti, Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta saat kejar-kejaran terjadi Oji dan Jantuk masing-masing menggunakan motor hasil curiannya

Pelaku yang tewas langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara pelaku Jantuk saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Pelaku pembegalan yang juga ditembak mati yakni berinisial RS pada Rabu (11/7) karena melakukan perlawanan, ia merupakan pimpinan kelompok geng kriminal Bad Boys.

RS tak sendirian, lima personel Bad Boys lainnya pun turut dibekuk anggota Polsek Cilincing di Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, mereka adalah DS, FN, AD, RA dan WK. Kelimanya mengalami luka tembak pada bagian kaki mereka.

Berdasarkan hasil interogasi polisi, kawanan begal yang dikenal sadis itu sudah melakukan 70 kali pembegalan di kawasan Cilincing.

Selama beraksi, mereka menyasar pengemudi mobil yang lewat Jalan Raya Cakung, Cilincing, Jalan Arteri Marunda, dan wilayah Cakung, Jakarta Utara.

 

Reporter: Rizkia Sasi

Komentar Anda