Tanah di Belakang Polda Kepri di Jual ke Penambang pasir Ilegal

107

BENANKMERAH.CO, BATAM – Aktifitas diduga ilegal berjalan lancar dan aman seakan tak terjamah hukum.

Pasalnya, aktifitas lebih di kenal dengan pemotongan bukit yang berlokasi tepat di belakang Mapolda Kepri, tanahnya di jual ke penambang pasir ilegal yang tersebar di Nongsa dan Batu Besar.

Menurut sumber terpercaya, aktifitas diduga ilegal itu milik masyarakat sipil berinisial R.

Pantauan benankmerah.co, aktifitas tersebut secara terang-terangan dilakukan mulai pada sore hari atau sekitar jam 3 sore.

Salah satu lokasi penambangan pasir ilegal tempat pembuangan tanah hasil pemotongan bukit

Sementara menurut beberapa orang sumber, penanggung jawab di lokasi itu mengaku bahwa tanah yang mereka garap atau pemotongan bukit telah mengantongi izin Pengolahan Lahan (PL)

Namun, belum jelas apakah ada dalam izin PL itu tertera boleh menjual tanah yang mereka kelola tersebut ke penambang pasir ilegal.

Selain aktifitasnya yang abu-abu dampak terhadap lingkungan di sekitar juga besar. Seperti kotornya jalanan di batu besar dan polusi udara.

Benankmerah tengah berupaya menghubungi Kapolda Kepri dan BP Batam terkait aktifitas tersebut.

Rajo