Tak Sesuai Label, Yusril Koto: Sanford Telah Bohongi Publik

Reporter : Marina/ Irawan

191
Ketua LSM Barisan Reformasi Gemilang (Barelang) Batam, Yusril Koto – (Marina/benankmerah.co)

BENANKMERAH.CO, BATAM — Produk Air Minum Mineral Sanford diduga telah membohongi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua LSM Barisan Reformasi Gemilang (Barelang) Batam, Yusril Koto, yang tertera di label Sanford tidak sesuai dengan janji.

“Sanford memberikan informasi di label nya ‘Air Mineral Alami’. Alami bagaimana, Mineral bagaimana. Nyatanya air baku Sanford adalah air olahan bersumber dari waduk yang di kelola PT. Adhya Tirta Batam, ini sudah membohongi publik”. kata Yusril kepada benankmerah.com, Kamis (9/2/2017)

Menurut dia, Sanford telah malabrak UU No. 8 Tahun 1999  Tentang Perlindungan Konsumen Pasal 8.

“Dalam UU tersebut dikatakan Pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang /jasa yang enggak sesuai dengan janji seperti tertera dilabel, baik itu keterangan, iklan maupun promosi penjualan barang”. terang dia

Yusril menegaskan, Hal ini disampaikannya bukan bermaksud mencemarkan nama baik seperti yang dituduhkan pihak Sanford. Sebagaimana tercantum dalam UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Pasal 30 adalah haknya sebagai konsumen untuk  berperan mengawasi peredaran barang/jasa.

“Dalam pasal 30 itu juga menyatakan hasil pengawasan yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat disebar luaskan kepada masyarakat” jelasnya

Selain itu, dirinya menyatakan dengan informasi seperti ini bisa membuat masyarakat menjadi cerdas.

Upaya saya itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar menjadi cerdas” kata dia

Seperti diketahui, pada Selasa (7/2/2017) telah dijadwalkan sidang di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Batam, antara Yusril Koto sebagai Pelapor dengan PT. Gajah Izumi Mas Perkasa selaku produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Sanford sebagai terlapor . Dengan Objek Perkara dugaan Pelanggaran UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen pasal 8.

Namun karena terlapor pihak Sanford tidak hadir, alhasil sidang ditunda pada hari Rabu 15 Februari 2017.

Ketika  dikonfirmasi terkait mangkirnya dipersidangan, HRD/Assistent Management Sanford mengatakan belum bisa hadir dengan alasan berkas belum lengkap.

“Alasan mangkir karena berkas ( hak kuasa) belum lengkap sesuai permintaan BPSK” katanya saat di hubungi via telepon.

 (Irwn/rina)