Ratna Sarumpaet Dipukul Oleh Tiga Orang Kemudian Dilempar Ke Pinggir Jalan

1025

JAKARTA – aktivis #2019GantiPresiden Ratna sarumpaet menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya saat bertemu Calon Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (1/10/2018).

Cerita Ratna ini disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang, dalam rilis yang dikirim kepada awak media melalui pesan pendek.

Nanik mengatakan, Ratna bertemu dengan Prabowo di tempat yang dirahasiakan di Jakarta. Ia didampingi oleh Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Nanik lalu menjelaskan kronologinya, menurutnya, Ratna dihajar oleh tiga orang pada 21 September lalu di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Saat itu, Ratna baru kelar menghadiri sebuah konferensi di sebuah hotel. Ia pun naik taksi menuju bandara dengan dua peserta. Masing-masing dari Sri Lanka dan Malaysia. Namun, saat mendekati bandara, taksi Ratna berhenti di tempat yang jauh dari keramaian.

“Saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” kata Nanik.

Setelah dipukul, Ratna dilempar ke pinggir jalan. Kepala Ratna luka dan sobek. Menurut pengakuan Ratna, kejadian pemukulan itu sangat cepat.

“Sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya,” ujarnya.

Ratna pun mengaku dibopong sopir taksi. Ia masuk kembali ke taksi dan oleh sopir taksi, dirinya diturunkan di pinggir jalan. Tepatnya di daerah Cimahi.

“Ratna lantas menuju rumah sakit di Cimahi. Ia kemudian menelepon temannya yang seorang dokter bedah dan langsung ditangani,” ujar Nanik.

Malam itu juga, Ratna kembali ke Jakarta. Ia mengaku butuh waktu 10 hari untuk rehat sebelum melaporkan kejadian ini.