Modus Penipuan Mengatasknamakan KPK Untuk Memeras Pejabat

258
ILustrasi KPK - Istimewa

BENANKMERAH.CO – Pakar hukum tata negara Mahfud MD menyebut ada modus baru penipuan yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihak yang menyalahgunakan nama lembaga antirasuah itu untuk melakukan penipuan dan pemerasan terhadap pejabat pemerintah, perusahaan hingga masyarakat.

“Modus baru pemerasan. Ada pjabat dipanggil utk diperiksa KPK. Lalu ada orng atau LSM yg menawarkan jasa utk membereskan kasusnya dgn bayaran yg katanya utk orng KPK. Ada yg bayar. Tp ada yg dtng ke KPK utk diperiksa. Trnyata ditolak krn KPK tdk prnah memanggil. Panggilannya palsu,” tulis Mahfud lewat akun twitternya, Rabu (2/1/2019).

Pada November 2018 lalu, KPK juga pernah mengingatkan mengingatkan masyarakat untuk waspada kepada pihak yang mengatasnamakan KPK. KPK juga tidak memilik kantor cabang di daerah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan secara umum pelaku mengaku sebagai petugas KPK dan menawarkan kepengurusan kasus yang sedang berjalan di KPK dengan meminta imbalan uang.

“Beberapa diantaranya merupakan anggota LSM dengan nama mirip “KPK” atau “Tipikor”,kata dia.

Untuk itu kepada semua pihak diminta untuk memperhatikan identitas dan surat tugas para petugasdari KPK. Para anggota atau pun pegawai KPK juga tak akan meminta imbalan apa pun dalam tugasnya.

“KPK tidak pernah mengangkat maupun menunjuk secara resmi sebuah LSM sebagai perpanjangan tangan KPK,”

“KPK TIDAK memiliki kantor cabang di daerah manapun,” tegasnya.