KPK Tetapkan Bupati Bengkulu Selatan dan Isteri Tersangka

189
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/5) - Foto Rizkia Sasi

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (DIM) beserta isterinya Hendrati (HEN) sebagai tersangka suap terkait pengadaan pekerjaan infrastruktur di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan tahun anggaran 2018.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara penyidikan serta menetapkan DIM dan HEN sebagai tersangka,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/5).

Selain Dirwan dan Hendrati, KPK turut menetapkan Kasie pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati, serta kontraktor Juhari sebagai tersangka.

Keempatnya berhasilnya diamankan melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan satuan tugas KPK pada Selasa (15/5), dari tangkap tangan ini KPK pun mengamankan uang tunai Rp 85 juta, bukti transfer sebesar Rp 15 juta dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Sebagai pihak yang diduga penerima Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Juhari sebagai orang yang diduga sebagai pemberi suap dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, tim satuan tugas KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu, Senin (15/5) malam.

Dalam operasi senyapnya kali ini, KPK disebut-sebut telah mencokok Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud beserta isteri mudanya Heni di rumah pribadinya di Jalan Gerak Alam, Kota Manna.

Saat dikonfirmasi, Febri pun membenarkan informasi yang telah beredar tersebut. Bahkan menurut dia, timnya telah melakukan penindakan sejak beberapa hari ke belakang.

 

Reporter: Rizkia Sasi