Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Romi Diberhentikan Sementara dari Jabatan Ketum PPP

964

JAKARTA – KPK menetapkan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alis Romi sebagai tersangka kasus praktik jual beli jabatan di Kementerian Agama. Atas penetapan tersebut, PPP memberhentikan sementara Romi dari jabatan ketua umum. 

“Anggaran rumah tangga PPP pasal 3 menetapkan, dalam hal ketua umum dan pengurus harian lainnya ditetapkan tersangka oleh KPK dalam tipikor, maka akan diberhentikan sementara,” ujar Sekjen PPP, Asrul Sani, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Asrul menambahkan sore ini PPP akan rapat internal untuk memutuskan pemberhentian sementara itu.

Selain itu kata Asrul, PPP akan menghormati dan mempercayai proses hukum yang sedang dijalani KPK.

“Ini kami terima sebagai sebuah fakta, kami kemudian tidak akam melakukan hal-hal sifatnya resistence (perlawanan) proses di KPK,” kata Asrul.

Romi ditetapkan tersangka oleh KPK hari Sabtu, dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan Romi diduga terlibat dalam korupsi Sistem Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi di Kantor Kementerian Agama di Jawa Timur. 

Dalam penangkapan tersebut, Romi juga ditangkap dengan lima orang lainnya di antaranya adalah Haris Hasanudin dan Muhammad Muafag.

“HRS dan MFQ menghubungi RMY untuk proses lelang jabatan tersebut,” kata Laode dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu.

Dalam seleksi tersebut, KPK mengamankan uang Rp156,75 juta.

KPK menyimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam seleksi jabatan 2018-2019. Lembaga itu menetapkan tiga tersangka yakni RMY, HRS dan MFQ.

Romi disangkakan Pasal 12 ayat a atau b jo Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.