Istri Jadi Pemasok Sabu Sabu Untuk Suaminya di Lapas Batam

1756
Suami istri dituntut hukuman penjara 8 tahun oleh JPU pengadilan Batam atas kepemilikan narkotika jenis sabu - Rina/BENANKMERAH.CO

BENANKMERAH.CO, BATAM – Pasangan suami istri, yakni Asen bin Ahui dan istrinya Suryawati, di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang, masing masing 8 Tahun penjara.

Mereka dituntut bersalah atas kepemilikan narkotika, dimana Asen melibatkan istrinya Suryawati untuk mamasok narkotika jenis sabu sabu sebanyak 2 paket untuk dirinya di Lapas Kelas II A Batam.

Suryawati memasok sabu sabu untuk suaminya Asen, dengan cara disembunyikan dalam pampers anaknya, namun aksinya itu ketahuan dan berhasil diamankan petugas lapas pada bulan September 2017 lalu.

Sebelumnya Asen sudah pernah di vonis dalam kasus yang sama dan menjalankan hukuman, akan tetapi Asen kembali di sidang bersama istrinya di Pengadilan Negeri (PN) Batam tanpa didampingi kuasa hukum.

“Kedua terdakwa terbukti memiliki sabu melebihi 5 gram dan dituntut 8 tahun penjara denda 1 milyar,” ujar JPU Rumondang membacakan tuntutan didepan majelis hakim yang diketuai oleh Jasael, Kamis (26/4/2018).

Dalam bacaan tuntutan tersebut kedua terdakwa diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat(1) UU Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ketua majelis hakim didampingi 2 hakim anggota menunda sidang dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan.

Menurut kronologi yang dibacakan JPU Rumondang dihadapan majelis hakim, diketahui peristiwa berawal pada  21 September 2017 lalu, dimana Suryawati di perintahkan suaminya Asen yang berstatus narapina binaan lapas Batam, mengambil 2 paket sabu sabu yang akan dilemparkan orang suruhan di depan rumahnya.

Sekira pukul 16.30 wib Asen kembali menghubungi Suryawati, melalui warung telpon bahwa kotak rokok yang berisikan sabu sabu tersebut sudah letakkan di tepi jalan depan rumah Suryawati.

Setelah mendapat kabar tersebut Suryawati keluar rumah dan melihat 1 buah kotak rokok Marlboro berwarna merah di atas aspal.

Suyawati mengambil kotak rokok Marlboro tersebut dan memeriksa di dalamnya dan terdapat 2 bungkus sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik transparan, dan membawanya serta meletakkan di lantai teras rumahnya.

Pada Jumat 22 September 2017 sekitar pukul 09.00 Wib Suryawati, kembali mengambil kotak rokok Marlboro dan membawa kedalam rumah. Lalu membalutnya dengan menggunakan lakban warna kuning dan menyembunyikan kedua bungkus sabu sabu tersebut ke dalam pampers.

Kemudian Suryawati pergi ke Lapas Kelas II A Batam dengan membawa anaknya, untuk daftarkan diri melakukan pembesukan kepada Asen.

Petugas Lapas memeriksa badan dan barang bawaan Suryawati dan pada saat itu Petugas belum menemukan barang bukti 2 bungkus sabu sabu yang disembunyikan di dalam pempers yang dipakai anaknya.

Setelah bertemu suaminya Asen dan berbincang tidak berapa lama kemudian Suryawati pergi ke toilet dengan maksud mengambil sabu sabu yang disembunyikan di pampers yang digunakan anaknya untuk diserahkan kepada Asen.

Sabu sabu tersebut di pindahkan Suryawati ke kantong sebelah kanan yang dipakainya kemudian ia keluar dan kembali menemui Asen.

Ketika baru keluar dari dalam toilet petugas lapas memanggil Suryawati dan pada saat itu dia terlihat panik dan buru-buru mengambil ke 2 bungkus sabu sabu yang disimpan di kantong celananya dan memasukkan ke dalam celana dalam bagian depan.

Lalu Suryawati di bawa ke ruang penggeledahan dan diperintahkan Petugas Lapas (saksi) Dani Simanjuntak, untuk membuka celana yang dipakainya.

Saat Suryawati membuka celana dan mengambil 2 paket sabu sabu yang ada di celana dalam dengan gerakan cepat memasukkan dalam lubang vaginanya.

Ketika memasukan 2 paket sabu sabu tersebut ke dalam vaginanya, sabu sabu tersebut terjatuh dan oleh Petugas Lapas langsung menyuruh Suryawati, untuk mengambil barang bukti sabu sabu tersebut.

 

Reporter: Rina Marina
Editor    : Rajo Sinawa