Hutan Lindung Nongsa Dijarah Lagi, DLHK Kepri Bergerak

84

BENANKMERAH.CO, BATAM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri dilaporkan pada Sabtu (12/9/2020) bergerak menelusuri pelanggaran di hutan lindung kecamatan Nongsa.

Kepala Pengelolaan Hutan Lindung (KPLH) DLHK Kepri, Lamhot M. Sinaga mengatakan, saat ini tim nya telah turun ke lokasi hutan lindung Nongsa.

Dilokasi tim DLHK tidak menemukan pengerjaan pemotongan bukit (sedang tidak ada aktifitas). Namun, ditemukan escavator yang terparkir.

“Tim kami saat ini dilokasi, namun tidak menemukan ada aktifitas atau orang yang bisa dikonfirmasi. Tapi memang menemukan ada alat (escavator) disana,” kata Lamhot melalui pesan Whatsaap, Sabtu siang.

Menurut Lamhot, lokasi itu memang termasuk dalam wilayah hutan lindung Nongsa 2.

Ia mengaku belum bisa menyegel lokasi, karna tidak ada penyidik.

“Kami enggak bisa menyegel, karena enggak punya penyidik,” katanya

Sementara tim DLHK dilapangan saat dihubungi mengaku, ada 2 aktifitas pemotongan bukit dilokasi sama,  yang ditenggarai oleh inisial T dan A.

Mereka mengatakan tidak menemukan aktifitas hanya ada alat yang terparkir.

Saat ini, tim DLHK juga tengah menelusuri beberapa tempat pelanggaran yang masuk wilayah hutan lindung.

Sebelumnya diberitakan, salah satu lokasi hutan lindung di Batu Besar Kecamatan Nongsa tak jauh dari Mapolda Kepri hanya berjarak sekitar 500 meter di jarah kembali.

Padahal, beberapa waktu lalu kegiatan di hutan lindung itu pernah di hentikan polisi atas arahan dari Kapolda Kepri yang saat itu dijabat Komjen. Pol. Andap Budhi Revianto.

Bahkan, polisi berhasil mengamankan belasan mobil pengangkut tanah (lori) dan empat escavator hingga menangkap pelaku utama yakni pengusaha bernama Aguan, dan kasusnya berakhir di Pengadilan Negeri Batam. Aguan divonis hukuman 8 bulan penjara.

Benankmerah tengah berupaya menghubungi Polda Kepri terkait aktifitas ilegal itu.

Rajo Sinawa