Dulu Romi Pernah Sebut Pejabat Bisa Jadi Penjahat, Kini Jadi Tersangka Korupsi

7112

JAKARTA – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya video lawas Romahurmuziy (Romi) di Hari Anti Korupsi, 9 Desember 2018.

“Bagi saya berpolitik adalah Hobi, bukan sumber penghasilan,” demikian bunyi caption unggahan video diakun resminya @MRomahurmuziy.

Dalam video pendek itu, Romi mengatakan arti seorang pejabat dan penjahat yang beda tipis.

“Hari ini menjadi politisi itu tidak sebangga menjadi politisi bahkan menjadi anak politisi di zaman orde baru”

“Kenapa? Karena sekarang ini antara pejabat dengan penjahat itu beda tipis. Hari ini pejabat besok langsung bisa menjadi penjahat,” ujar Romi

Menurut Romi alasan banyaknya pejabat yang menjadi penjahat itu karena sistem politik yang berbiaya tinggi.

“Menjadikan pejabat banyak melakukan pelanggaran perundang-undangan sehingga ditangkap oleh KPK,” katanya.

Seperti diketahui, KPK hari ini Sabtu (16/3) telah menetapkan Romi sebagai tersangka dalam kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur periode 2018-2019.

Romi disangkakan Pasal 12 ayat a atau b jo Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK sendiri sebelumnya melakukan OTT pada Jumat lalu. 

Meski begitu, Romi membela diri atas insiden yang menimpanya. Romi menyatakan dijebak dalam kasus ini.

“Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan, bahkan firasat pun tidak,” tulis Romi dalam sebuah surat di Gedung KPK.

Romi berdalih saat penangkapan di hotel, dirinya sedang memenuhi undangan silaturahmi. Namun dia mengaku tak menyangka imbas pertemuan itu adalah operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka,” sambungnya.

Dalam sebuah surat yang ia sebarkan kepada para wartawan sesaat sebelum meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Romi mendapat informasi dari penyelidik bahwa ia sudah dibuntuti sejak beberapa bulan.

Lebih jauh, Romi menduga penangkapan dirinya ini sebagai sebuah risiko.

“Kejadian ini juga menunjukkan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat agama,” ujarnya.