Anak China Ancam Tembak Jokowi Dibebaskan, Polisi: Itu Hoax

520

JAKARTA – Hermawan Susanto (HS) yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai tersangka. Warganet kemudian mengungkit video viral ABG yang menyebut Jokowi kacung.

Mereka menilai polisi tidak adil dalam penindakkan hukum. Bahkan beredar di media sosial yang menyebut polisi dagelan seakan memihak pada China.

“POLISI DAGELAN, ANAK CHINA ANCAM TEMBAK JOKOWI DIBEBASKAN DENGAN DALIH LUCU LUCUAN. ANAK PRIBUMI ANCAM PENGGAL JOKOWI LANGSUNG DITANGKAP & DIANCAM HUKUMAN MATI, SELAMAT DATANG DI NEGARA BAGIAN RRC YANG BERNAMA INDONESIA” demikian postingan beredar di jagad maya.

Polisi kemudian mengklarifikasi konten tersebut tidak benar alias hoax, karena kasus tersebut bukan lagi wewenang kepolisian tapi sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sebelumnya kasus ABG yang menyebut Jokowi kacung sempat diamankan oleh pihak kepolisian. ABG berusia 16 tahun itu menyerahkan diri, kemudian meminta ampun atas perbuatannya.

Mengutip dari laman Facebook resminya, Divisi Humas Polri mengatakan Berkas Perkara Pidana dengan Nomor : BP/391/V2018/Ditreskrimum tanggal 30 Mei 2018 atas nama tersangka ROYSON JORDANY TJAHYA (RJ) sudah diterima oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan dilakukan penelitian hasil pemeriksaannya dinyatakan sudah lengkap.

“Sesuai dengan pasal 8 (3) b, 110 dan pasal 138 (1), 139 KUHAP, Ditkrimum Polda Metro Jaya menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” kata Divisi Humas Polri.

Sementara RJ, remaja yang mengancam akan menembak Presiden Jokowi, akan segera menjalani persidangan. Kejati DKI Jakarta menyatakan berkas RJ telah lengkap.

“Setelah mempelajari berkas perkara atas nama anak yang berkonflik RJT, tim jaksa peneliti menilai bahwa berkas dianggap telah memenuhi syarat formil maupun materiil sebagaimana Pasal 138 dan 139 KUHAP,” kata Kasipenkum Kejati DKI, Nirwan Nawawi, kepada wartawan Kamis (7/6/2018) lalu.

Menurut Nirwan, ada beberapa pasal yang diterapkan kepada RJ. Nirwan menjelaskan, ancaman hukuman maksimal dari pasal 45 ayat 4 UU ITE adalah 6 tahun, namun karena sistem peradilan anak maka diatur menjadi setengahnya sehingga ancaman hukuman yaitu 3 tahun bui.

Belum diketahui apakah sudah ada putusan pengadilan terkait hukuman yang dikenakan pada RJ.

 

Rajo Sinawa