Aguan di Penjara, Muncul Pemain Baru Jarah Hutan Lindung Dekat Mapolda Kepri

102

BENANKMERAH.CO, BATAM – Pengusaha pasir ilegal pengrusak hutan lindung tak pernah jera melakukan kegiatan dan mengambil keuntungan.

Salah satu hutan lindung di Batu Besar Kecamatan Nongsa tak jauh dari Mapolda Kepri hanya berjarak sekitar 500 meter di jarah kembali.

Padahal, beberapa waktu lalu kegiatan di hutan lindung itu pernah di hentikan polisi atas arahan dari Kapolda Kepri yang saat itu dijabat Komjen. Pol. Andap Budhi Revianto.

Bahkan, polisi berhasil mengamankan belasan mobil pengangkut tanah (lori) dan empat escavator hingga menangkap pelaku utama yakni pengusaha bernama Aguan, dan kasusnya berakhir di Pengadilan Negeri Batam. Aguan divonis hukuman 8 bulan penjara.

Namun, saat ini terlihat lagi aktifitas pemotongan bukit persis di hutan lindung tempat yang pernah di gerebek Ditreskrimsus Polda Kepri itu.

Belum diketahui siapa dibalik aktifitas ilegal ini, menurut sumber terpercaya penanggungjawab kegiatan abu-abu itu berinisial TR.

Pantauan dilokasi, kegiatan ilegal ini beroperasi pada malam hari.

Benankmerah tengah berupaya menghubungi Polda Kepri terkait aktifitas tersebut.

Dan juga telah menghubungi Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Kepri, Lamhot M. Sinaga.

“Saya suruh dulu anggota cek lokasi ya,” ujar Lamhot lewat pesan Whatsapp, Jumat (11/9/2020).

Rajo