Suap Petugas Imigrasi Singapura, Warga Indonesia di Penjara 6 Minggu

1017
Marsari memasuki Singapura dari Batam melalui Singapore Cruise Center pada 14 Februari 2019, ketika ia ditahan oleh petugas Imigrasi Singapura karena dugaan kasus perusakan paspor. (Foto: The Straits)

SINGAPURA – Seorang lelaki Warga Negara Indonesia dijatuhi hukuman penjara enam minggu karena berusaha menyuap petugas Imigrasi Singapura (ICA).

Mengutip Straitstimes.com Biro Investigasi Praktik Korup (CPIB) mengatakan, pria bernama Marsari (42 tahun) itu memasuki Singapura dari Batam melalui Singapore Cruise Centre pada Jumat (14/2) lalu. Dia kemudian ditahan oleh petugas ICA karena diduga merusak paspor.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, seorang petugas ICA memberi tahu Marsari bahwa ia telah melakukan pelanggaran dengan memberikan seorang petugas imigrasi sebuah paspor yang dirusak.

Marsari menjawab dengan mengatakan ingin pulang. Dia kemudian menawarkan kepada petugas $170 (dolar AS), agar ICA membiarkannya pergi. 

Petugas ICA menolak suap, dan masalah itu dilaporkan ke CPIB.

Sementara CPIB, menegaskan bahwa Singapura mengadopsi pendekatan toleransi nol yang ketat terhadap korupsi.

“Merupakan pelanggaran serius untuk memberikan suap, atau upaya untuk menawarkan suap kepada individu atau entitas lain,” kata CPIB.

Di Singapura, mereka yang dihukum karena pelanggaran korupsi dapat didenda hingga $100.000 atau dipenjara hingga lima tahun.